Belum Sempat Panen, Puluhan Hektar Kebun Sawit Warga di Lamandau Ludes Terbakar Karhutla

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memukul para petani sawit mandiri di wilayah Kabupaten Lamandau.

Puluhan hektar lahan kelapa sawit milik warga di beberapa desa, seperti Desa Penopa dan Desa Cuhai, hangus terbakar akibat aksi oknum yang tidak bertanggung jawab.

Imbas dari kebakaran tersebut terasa sangat berat bagi para petani.

Lahan kebun sawit yang baru ditanam dan berumur sekitar 3 tahun ikut ludes dilalap si jago merah, dengan kisaran kerusakan mulai dari 5 hingga puluhan hektar per pemilik.

Salah seorang petani sawit terdampak, Oky, mengungkapkan rasa sedihnya saat dikonfirmasi wartawan di Nanga Bulik, Sabtu (26/9).

Kebun sawit pribadi miliknya seluas lebih dari 10 hektar hangus tak tersisa sebelum sempat merasakan hasil panen.

Baca Juga :  Pecahkan Rekor OTT KPK! Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Sita Uang Rp106,3 Miliar

“Punya saya terbakar sekitar 10 hektar lebih, padahal baru ditanam dan usianya baru sekitar 3 tahun, belum sempat panen. Menurut informasi, ada warga lain yang bahkan lahannya terbakar sampai sekitar 35 hektar,” tutur Oky.

Electronic money exchangers listing

Meski harus menelan kerugian materiil yang cukup besar, Oky berusaha tetap tabah dan mengambil hikmah dari musibah ini.

“Apa boleh buat, yang penting badan sehat. Semoga nanti digantikan dengan yang lebih baik lagi,” lanjutnya pasrah.

Hal senada disampaikan oleh Gatot, petani lainnya yang lahannya turut menjadi korban karhutla.

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memukul para petani sawit mandiri di wilayah Kabupaten Lamandau.

Puluhan hektar lahan kelapa sawit milik warga di beberapa desa, seperti Desa Penopa dan Desa Cuhai, hangus terbakar akibat aksi oknum yang tidak bertanggung jawab.

Imbas dari kebakaran tersebut terasa sangat berat bagi para petani.

Electronic money exchangers listing

Lahan kebun sawit yang baru ditanam dan berumur sekitar 3 tahun ikut ludes dilalap si jago merah, dengan kisaran kerusakan mulai dari 5 hingga puluhan hektar per pemilik.

Salah seorang petani sawit terdampak, Oky, mengungkapkan rasa sedihnya saat dikonfirmasi wartawan di Nanga Bulik, Sabtu (26/9).

Kebun sawit pribadi miliknya seluas lebih dari 10 hektar hangus tak tersisa sebelum sempat merasakan hasil panen.

Baca Juga :  Pecahkan Rekor OTT KPK! Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Sita Uang Rp106,3 Miliar

“Punya saya terbakar sekitar 10 hektar lebih, padahal baru ditanam dan usianya baru sekitar 3 tahun, belum sempat panen. Menurut informasi, ada warga lain yang bahkan lahannya terbakar sampai sekitar 35 hektar,” tutur Oky.

Meski harus menelan kerugian materiil yang cukup besar, Oky berusaha tetap tabah dan mengambil hikmah dari musibah ini.

“Apa boleh buat, yang penting badan sehat. Semoga nanti digantikan dengan yang lebih baik lagi,” lanjutnya pasrah.

Hal senada disampaikan oleh Gatot, petani lainnya yang lahannya turut menjadi korban karhutla.

Terpopuler

Artikel Terbaru