Hiraukan Kabut Asap, Puluhan Remaja di Palangka Raya Beraksi Balap Liar

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Kebijakan meliburkan aktivitas sekolah yang bertujuan untuk menjaga kesehatan siswa di tengah kondisi kabut asap akibat Kebakaran Hutan, dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kota Palangka Raya justru disalahgunakan.  Alih-alih berdiam diri di rumah, sejumlah remaja malah memanfaatkan waktu libur sekolah dengan menggelar aksi balap liar dan berkumpul di jalanan.

Pantauan Prokalteng.co di lapangan, terlihat sejumlah remaja dengan rasa bangganya menggelar aksi balap liar. Seperti yang kerap terjadi di jalan RTA Milono sampai Jalan Willem A. Samad, Kamis (24/9/2026) dini hari.

Fenomena tersebut menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya menyayangkan sikap para pelajar yang tetap nekat beraktivitas di luar rumah hingga memicu bahaya keselamatan dan gangguan kesehatan.

Baca Juga :  Jemput Bola, BPJS Ketenagakerjaan Sapa Pengunjung Palangka Raya Coffee Week Lewat Coffee Talk Meracik Kopi, Melindungi Masa Depan

Anggota Unit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya, Brigadir B.P. Parhusip, mengingatkan bahwa penghentian sementara kegiatan belajar di sekolah bermaksud agar para peserta didik terhindar dari paparan udara luar yang buruk untuk pernapasan.

“Sekolah diliburkan untuk lebih sehat di rumah supaya tidak keluar rumah, tapi adik-adik malah keluar rumah dan berpotensi mengganggu kesehatan,” ujar Brigadir B.P. Parhusip saat melakukan patroli di lapangan.

Selain berisiko mengganggu kesehatan akibat cuaca buruk dan paparan asap, aksi balap liar serta kebiasaan nongkrong di bahu jalan tersebut juga membahayakan keselamatan lalu lintas.  Ia juga menegaskan, tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah tegas jika imbauan ini terus diabaikan.

Baca Juga :  Banjir Rendam Trans Kalimantan, 44 Desa dan 7 Kelurahan di Barito Selatan Terendam

“Kami mengimbau kepada adik-adik supaya tidak melaksanakan balapan liar ataupun menonton di pinggir jalan, karena berbahaya bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Nanti apabila masih tetap melaksanakan, kita akan melakukan penindakan yang terukur sesuai dengan undang-undang yang berlaku,”ucapnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Kebijakan meliburkan aktivitas sekolah yang bertujuan untuk menjaga kesehatan siswa di tengah kondisi kabut asap akibat Kebakaran Hutan, dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kota Palangka Raya justru disalahgunakan.  Alih-alih berdiam diri di rumah, sejumlah remaja malah memanfaatkan waktu libur sekolah dengan menggelar aksi balap liar dan berkumpul di jalanan.

Pantauan Prokalteng.co di lapangan, terlihat sejumlah remaja dengan rasa bangganya menggelar aksi balap liar. Seperti yang kerap terjadi di jalan RTA Milono sampai Jalan Willem A. Samad, Kamis (24/9/2026) dini hari.

Fenomena tersebut menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya menyayangkan sikap para pelajar yang tetap nekat beraktivitas di luar rumah hingga memicu bahaya keselamatan dan gangguan kesehatan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Jemput Bola, BPJS Ketenagakerjaan Sapa Pengunjung Palangka Raya Coffee Week Lewat Coffee Talk Meracik Kopi, Melindungi Masa Depan

Anggota Unit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya, Brigadir B.P. Parhusip, mengingatkan bahwa penghentian sementara kegiatan belajar di sekolah bermaksud agar para peserta didik terhindar dari paparan udara luar yang buruk untuk pernapasan.

“Sekolah diliburkan untuk lebih sehat di rumah supaya tidak keluar rumah, tapi adik-adik malah keluar rumah dan berpotensi mengganggu kesehatan,” ujar Brigadir B.P. Parhusip saat melakukan patroli di lapangan.

Selain berisiko mengganggu kesehatan akibat cuaca buruk dan paparan asap, aksi balap liar serta kebiasaan nongkrong di bahu jalan tersebut juga membahayakan keselamatan lalu lintas.  Ia juga menegaskan, tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah tegas jika imbauan ini terus diabaikan.

Baca Juga :  Banjir Rendam Trans Kalimantan, 44 Desa dan 7 Kelurahan di Barito Selatan Terendam

“Kami mengimbau kepada adik-adik supaya tidak melaksanakan balapan liar ataupun menonton di pinggir jalan, karena berbahaya bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Nanti apabila masih tetap melaksanakan, kita akan melakukan penindakan yang terukur sesuai dengan undang-undang yang berlaku,”ucapnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru