Kotim dan Kobar Jadi Titik Karhutla Terparah di Kalteng, Luas Terbakar Capai 2.194 Hektare

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wilayah Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat, menjadi dua kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi titik api paling banyak.

Hal ini disampaikan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan saat melaksanakan konferensi pers penanganan karhutla pada Senin (24/8/2026).

Iwan menyampaikan. Pada periode 1 Januari hingga 23 Agustus 2026, lahan terbakar di Kotim mencapai 1.686 hektare. Sementara itu di Kotawaringin Barat mencapai 508,5 hektare. Adapun wilayah paling rendah di Barito Timur, yakni seluas 14,7 hektare.

Menurut Iwan. Karhutla di Kalteng merupakan dampak dari femomen El Nino seperti pada tahun-tahun sebeumnya sejak 1997, yang masuk kategori sangat kuat. Sementara itu, pada 2026 ini El Nino masuk kategori kuat.

Baca Juga :  Kemenkumham Terima Penghargaan Digital Government Award

“Di 2026 ini dengan El Nino yang kuat, luasan yang terbakar mencapai 7.634 hektare,” ujar Iwan.

Dikatakannya. Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menanggulangi Karhutla di Kalteng. Untuk menghadapi El Nino itu, pemerintah, TNI-Polri, serta seluruh instansti terkait menurunkan 10.700 personel yang tergabung dalam Satgas penanganan karhutla.

Selain 10.700 personel itu sudah diterjunkan. Iwan mengatakan pihaknya juga memambah penguatan di 5 kabupaten/kota yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

Electronic money exchangers listing

“Dengan jumlah personel tambahan sebanyak 650 personel,” ungkapnya.

Selain menanggulangi api, pihaknya juga sedang menangani 53 kasus terkait karhutla, dan telah menetapkan 13 tersangka. Iwan mengungkapkan, pihaknya juga memeriksa 4 korporasi.

Baca Juga :  Kapolda Kalteng Pantau Kamtibmas Palangka Raya Melalui Gowes Santai

Untuk diketahui, dua kabupaten dengan luas karhutla paling luas yakni Kotim dan Kobar memiliki lahan sawit yang cukup luas.

Iwan mengatakan, tak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan yabg terlibat menyebabkan karhutla bakal dievaluasi terhadap izin operasinya. “Semua berporses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wilayah Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat, menjadi dua kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi titik api paling banyak.

Hal ini disampaikan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan saat melaksanakan konferensi pers penanganan karhutla pada Senin (24/8/2026).

Iwan menyampaikan. Pada periode 1 Januari hingga 23 Agustus 2026, lahan terbakar di Kotim mencapai 1.686 hektare. Sementara itu di Kotawaringin Barat mencapai 508,5 hektare. Adapun wilayah paling rendah di Barito Timur, yakni seluas 14,7 hektare.

Electronic money exchangers listing

Menurut Iwan. Karhutla di Kalteng merupakan dampak dari femomen El Nino seperti pada tahun-tahun sebeumnya sejak 1997, yang masuk kategori sangat kuat. Sementara itu, pada 2026 ini El Nino masuk kategori kuat.

Baca Juga :  Kemenkumham Terima Penghargaan Digital Government Award

“Di 2026 ini dengan El Nino yang kuat, luasan yang terbakar mencapai 7.634 hektare,” ujar Iwan.

Dikatakannya. Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menanggulangi Karhutla di Kalteng. Untuk menghadapi El Nino itu, pemerintah, TNI-Polri, serta seluruh instansti terkait menurunkan 10.700 personel yang tergabung dalam Satgas penanganan karhutla.

Selain 10.700 personel itu sudah diterjunkan. Iwan mengatakan pihaknya juga memambah penguatan di 5 kabupaten/kota yakni Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

“Dengan jumlah personel tambahan sebanyak 650 personel,” ungkapnya.

Selain menanggulangi api, pihaknya juga sedang menangani 53 kasus terkait karhutla, dan telah menetapkan 13 tersangka. Iwan mengungkapkan, pihaknya juga memeriksa 4 korporasi.

Baca Juga :  Kapolda Kalteng Pantau Kamtibmas Palangka Raya Melalui Gowes Santai

Untuk diketahui, dua kabupaten dengan luas karhutla paling luas yakni Kotim dan Kobar memiliki lahan sawit yang cukup luas.

Iwan mengatakan, tak menutup kemungkinan perusahaan-perusahaan yabg terlibat menyebabkan karhutla bakal dievaluasi terhadap izin operasinya. “Semua berporses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru