PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO — Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Kalimantan Tengah (Kalteng), Nur Ghina Muslimah, membawa nama Bumi Tambun Bungai ke panggung nasional dengan menyatakan kesiapan berkontestasi dalam perebutan kursi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar HMI (PB HMI) periode 2026–2028.
Setelah melewati berbagai proses kaderisasi dan pengalaman organisasi dari tingkat cabang hingga tingkat nasional, Ghina kini membawa nama Kalteng ke panggung kontestasi Ketum PB HMI periode 2026–2028.
Kontestasi ini menjadi momentum penting bagi kader HMI Kalteng.
Untuk pertama kalinya, kader HMI asal Bumi Tambun Bungai ini hadir dan menyatakan kesiapan untuk berkontestasi dalam perebutan posisi strategis di tingkat PB HMI.
Perjalanan Ghina di HMI tidak dibangun secara instan.
Sejak memulai proses berhimpun pada 2017, ia menjalani berbagai tahapan kaderisasi sekaligus mengembangkan pengalaman organisasi melalui keterlibatan di tingkat cabang.
Dari ruang-ruang perkaderan, forum organisasi, hingga pengabdian struktural, perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses panjang yang membentuk perspektif dan kepemimpinannya.
Pengalaman tersebut kemudian mengantarkan Ghina ke tingkat nasional.
Saat ini, ia dipercaya sebagai Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PB HMI, posisi yang menjadi representasi sekaligus ruang pengabdian bagi kader asal Kalteng untuk berkontribusi lebih luas dalam agenda HMI di tingkat nasional.
Bagi Ghina, langkah menuju kontestasi Ketum PB HMI bukan sekadar persoalan memenangkan sebuah kompetisi.
Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan upaya menghadirkan pengalaman dan aspirasi kader daerah ke dalam ruang kepemimpinan nasional HMI.
“Perjalanan saya di HMI dimulai dari proses yang panjang sejak 2017. Dari cabang, belajar memahami persoalan kader dan organisasi, hingga akhirnya mendapatkan amanah di PB HMI. Hari ini, saya ingin membawa pengalaman itu untuk memberikan kontribusi yang lebih besar, bukan hanya untuk Kalimantan Tengah, tetapi juga untuk HMI dan Indonesia,” ujar Nur Ghina Muslimah, Jumat (21/8).
Kalteng sendiri memiliki posisi penting dalam perjalanan kebangsaan dan keberagaman Indonesia.


