Banjir Rendam Sejumlah Ruas Jalan di Sampit, Drainase Diduga Jadi Penyebab

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit pada Minggu (17/5/2026) malam menyebabkan sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di Kecamatan Ketapang dan Baamang terendam banjir.

Warga menduga buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama genangan yang kerap terjadi.

Banjir dilaporkan menggenangi ruas jalan di Kecamatan Ketapang dan Baamang. Di antaranya Jalan Tjilik Riwut, Jalan Suprapto Selatan, Jalan Walter Condrat, hingga Jalan Cristopel Mihing.

Tak hanya menggenangi jalan, di beberapa titik banjir bahkan masuk ke dalam rumah warga.

Melansir dari Kaltengpos.jawapos.com, hingga Senin (18/5/2026) pagi, banjir masih menggenangi sejumlah ruas jalan di Baamang. Banjir juga membuat motor pengendara mogok.

Salah satu yang terparah berada di Jalan Walter Condrat dan Jalan Cristopel Mihing.

Baca Juga :  Miliki Utang Rp120 Miliar, RSUD Doris Sylvanus Baru Mencicil Rp6 Miliar

Menurut pengakuan warga sekitar, di beberapa titik Jalan Walter Condrat, banjir bahkan bisa bertahan hingga tiga hari.

Electronic money exchangers listing

“Banjir di titik itu (depan Indomaret) bisa tiga hari baru surut,” ujar Desi.

Hal yang sama dirasakan Asra, Ketua RT 59 Kelurahan Baamang Tengah. Ia mengaku rumahnya dimasuki air pada pukul 22.00 WIB.

Hingga Senin pagi, kondisi air masih menggenangi rumahnya.

“Dari malam tadi. Tingginya kira-kira 10 sentimeter. Ini (pagi ini) sudah surut. Tadi malam parah. Kalau hujan lagi, tinggi lagi airnya,” bebernya.

Ia menduga banjir disebabkan drainase yang tidak lancar. Menurutnya, rumahnya baru tahun ini tergenang banjir.

“Baru tahun ini terendam. Bulan ini saja sudah tiga kali terendam. Gara-gara drainase itu mampet,” imbuhnya. (mif/kpg)

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Tjilik Riwut Km 6, Pengendara Motor Dioperasi Usai Tabrak Truk

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Sampit pada Minggu (17/5/2026) malam menyebabkan sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di Kecamatan Ketapang dan Baamang terendam banjir.

Warga menduga buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama genangan yang kerap terjadi.

Banjir dilaporkan menggenangi ruas jalan di Kecamatan Ketapang dan Baamang. Di antaranya Jalan Tjilik Riwut, Jalan Suprapto Selatan, Jalan Walter Condrat, hingga Jalan Cristopel Mihing.

Electronic money exchangers listing

Tak hanya menggenangi jalan, di beberapa titik banjir bahkan masuk ke dalam rumah warga.

Melansir dari Kaltengpos.jawapos.com, hingga Senin (18/5/2026) pagi, banjir masih menggenangi sejumlah ruas jalan di Baamang. Banjir juga membuat motor pengendara mogok.

Salah satu yang terparah berada di Jalan Walter Condrat dan Jalan Cristopel Mihing.

Baca Juga :  Miliki Utang Rp120 Miliar, RSUD Doris Sylvanus Baru Mencicil Rp6 Miliar

Menurut pengakuan warga sekitar, di beberapa titik Jalan Walter Condrat, banjir bahkan bisa bertahan hingga tiga hari.

“Banjir di titik itu (depan Indomaret) bisa tiga hari baru surut,” ujar Desi.

Hal yang sama dirasakan Asra, Ketua RT 59 Kelurahan Baamang Tengah. Ia mengaku rumahnya dimasuki air pada pukul 22.00 WIB.

Hingga Senin pagi, kondisi air masih menggenangi rumahnya.

“Dari malam tadi. Tingginya kira-kira 10 sentimeter. Ini (pagi ini) sudah surut. Tadi malam parah. Kalau hujan lagi, tinggi lagi airnya,” bebernya.

Ia menduga banjir disebabkan drainase yang tidak lancar. Menurutnya, rumahnya baru tahun ini tergenang banjir.

“Baru tahun ini terendam. Bulan ini saja sudah tiga kali terendam. Gara-gara drainase itu mampet,” imbuhnya. (mif/kpg)

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Tjilik Riwut Km 6, Pengendara Motor Dioperasi Usai Tabrak Truk

Terpopuler

Artikel Terbaru