PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –Â Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya menyatakan wacana pengadaan alat pembakar sampah atau insinerator di wilayah setempat masih menunggu keputusan pimpinan daerah di tengah adanya tawaran teknologi pengelolaan sampah dari pihak TNI pusat.
“Kita sampaikan ke pimpinan, nanti kalau keputusannya berada di mereka,” kata Plt. Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno di Palangka Raya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pihaknya hanya menyampaikan informasi terkait tawaran alat pengolah sampah tersebut kepada pimpinan daerah untuk dipertimbangkan lebih lanjut, sementara keputusan akhir berada pada kepala daerah.
“Kalau memang itu nanti dipandang perlu, tentu pimpinan yang menentukan. Kami sifatnya menyampaikan dan memberikan gambaran,” ujarnya.
Di sisi lain, DLH Kota Palangka Raya tetap menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumber sebagai langkah utama dalam pengelolaan lingkungan, terlepas dari ada atau tidaknya penggunaan teknologi pengolah sampah.
“Kita tetap mengimbau masyarakat untuk mengurangi sampah. Pengelolaan sampah itu bukan hanya soal alat, tetapi bagaimana masyarakat ikut mengurangi volume sampah sejak dari rumah,” tutur Untung.
Dia menambahkan edukasi kepada masyarakat terkait pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah masih menjadi fokus pemerintah daerah agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan dapat ditekan.
“Yang paling penting kesadaran masyarakat. Kalau sampah bisa dikurangi dari awal, tentu akan sangat membantu pengelolaan sampah secara keseluruhan,” pungkasnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –Â Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya menyatakan wacana pengadaan alat pembakar sampah atau insinerator di wilayah setempat masih menunggu keputusan pimpinan daerah di tengah adanya tawaran teknologi pengelolaan sampah dari pihak TNI pusat.
“Kita sampaikan ke pimpinan, nanti kalau keputusannya berada di mereka,” kata Plt. Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno di Palangka Raya, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, pihaknya hanya menyampaikan informasi terkait tawaran alat pengolah sampah tersebut kepada pimpinan daerah untuk dipertimbangkan lebih lanjut, sementara keputusan akhir berada pada kepala daerah.
“Kalau memang itu nanti dipandang perlu, tentu pimpinan yang menentukan. Kami sifatnya menyampaikan dan memberikan gambaran,” ujarnya.
Di sisi lain, DLH Kota Palangka Raya tetap menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumber sebagai langkah utama dalam pengelolaan lingkungan, terlepas dari ada atau tidaknya penggunaan teknologi pengolah sampah.
“Kita tetap mengimbau masyarakat untuk mengurangi sampah. Pengelolaan sampah itu bukan hanya soal alat, tetapi bagaimana masyarakat ikut mengurangi volume sampah sejak dari rumah,” tutur Untung.
Dia menambahkan edukasi kepada masyarakat terkait pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah masih menjadi fokus pemerintah daerah agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan dapat ditekan.
“Yang paling penting kesadaran masyarakat. Kalau sampah bisa dikurangi dari awal, tentu akan sangat membantu pengelolaan sampah secara keseluruhan,” pungkasnya. (adr)