Produk Unggulan Kotim Curi Perhatian di
 Kalteng Expo 2026

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Kotawaringin Timur (Kotim) sukses menarik perhatian ribuan pengunjung di ajang Kalteng Expo dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Melalui pameran ini, Kotim gencar mempromosikan ragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan daerah yang terbukti laris manis di pasaran.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan Kotim, F. Betti Riani, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Kotim tahun ini membawa misi utama untuk memperkenalkan kualitas produk lokal agar semakin bersaing.

“Lewat Kalteng Expo ini, pastinya Kotim mau memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk unggulan kita. Salah satunya ada kopi dari Bapinang, serta kerupuk dan amplang ikan dari Sungai Ijum,” jelas Betti saat ditemui di Stand Expo, Jum’at (22/5/2026).

Tingginya antusiasme pengunjung terhadap produk pangan olahan Kotim terbukti dari tingkat penjualan yang fantastis.

Baca Juga :  HEBOH! Gempa Guncang Sampit

“Saking lakunya, untuk produk amplang dan kerupuk dari Sungai Ijum itu sudah habis terjual di hari pertama dan kedua pameran,” ungkapnya.

Selain produk kuliner, stan Kotim juga memamerkan produk kriya kebanggaan daerah berupa tas anyaman rotan dan kain dengan teknik pewarnaan alami (ecoprint).

Electronic money exchangers listing

Betti merincikan, kerajinantersebut diproduksi oleh pengrajin dari wilayah perkotaan Sampit, seperti Kecamatan Baamang dan Ketapang.

Sementara itu, kerajinan tas rotan didatangkan dari kawasan Sawit Raya dan Perintis.

Terkait produk dari kecamatan wilayah hulu atau utara seperti Parenggean, Betti menyebut bahwa saat ini pihaknya belum membawanya ke ajang pameran.

“Produk binaan dari sana (wilayah hulu) ada, hanya saja hasil olahannya saat ini belum bisa kita promosikan karena masih dalam proses pengembangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Betti menyoroti perhelatan Kalteng Expo tahun ini yang dinilainya jauh lebih ramai dan semarak dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat di Kotim Segera Beroperasi, Kesiapan SDM Terus Dimatangkan

Mengambil momentum tersebut, stand Kotim menerapkan strategi promosi jitu melalui undian berhadiah (doorprize) untuk memikat pengunjung.

“Ini salah satu daya tarik stan kita. Tahun ini luar biasa, hadiah utama doorprize kita ada kulkas, mesin cuci, hingga televisi, ditambah macam-macam hadiah lainnya. Cukup berbelanja produk minimal Rp10.000, pengunjung sudah berhak mendapatkan nomor undian,” papar Betti.

Strategi promosi tersebut terbukti ampuh mendongkrak pendapatan pelaku UMKM yang berpartisipasi. Stan Kotim mencatatkan omzet penjualan yang terbilang tinggi setiap harinya.

“Omzet penjualan kita rata-rata di angka Rp2 jutaan per hari. Angka ini cukup mudah dicapai karena ditopang oleh penjualan produk kain ecoprint yang bernilai ekonomi tinggi, yakni mulai dari Rp100.000 hingga kisaran Rp1 jutaan per lembarnya,” tutupnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Kotawaringin Timur (Kotim) sukses menarik perhatian ribuan pengunjung di ajang Kalteng Expo dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Melalui pameran ini, Kotim gencar mempromosikan ragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan daerah yang terbukti laris manis di pasaran.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan Kotim, F. Betti Riani, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Kotim tahun ini membawa misi utama untuk memperkenalkan kualitas produk lokal agar semakin bersaing.

Electronic money exchangers listing

“Lewat Kalteng Expo ini, pastinya Kotim mau memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk unggulan kita. Salah satunya ada kopi dari Bapinang, serta kerupuk dan amplang ikan dari Sungai Ijum,” jelas Betti saat ditemui di Stand Expo, Jum’at (22/5/2026).

Tingginya antusiasme pengunjung terhadap produk pangan olahan Kotim terbukti dari tingkat penjualan yang fantastis.

Baca Juga :  HEBOH! Gempa Guncang Sampit

“Saking lakunya, untuk produk amplang dan kerupuk dari Sungai Ijum itu sudah habis terjual di hari pertama dan kedua pameran,” ungkapnya.

Selain produk kuliner, stan Kotim juga memamerkan produk kriya kebanggaan daerah berupa tas anyaman rotan dan kain dengan teknik pewarnaan alami (ecoprint).

Betti merincikan, kerajinantersebut diproduksi oleh pengrajin dari wilayah perkotaan Sampit, seperti Kecamatan Baamang dan Ketapang.

Sementara itu, kerajinan tas rotan didatangkan dari kawasan Sawit Raya dan Perintis.

Terkait produk dari kecamatan wilayah hulu atau utara seperti Parenggean, Betti menyebut bahwa saat ini pihaknya belum membawanya ke ajang pameran.

“Produk binaan dari sana (wilayah hulu) ada, hanya saja hasil olahannya saat ini belum bisa kita promosikan karena masih dalam proses pengembangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Betti menyoroti perhelatan Kalteng Expo tahun ini yang dinilainya jauh lebih ramai dan semarak dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat di Kotim Segera Beroperasi, Kesiapan SDM Terus Dimatangkan

Mengambil momentum tersebut, stand Kotim menerapkan strategi promosi jitu melalui undian berhadiah (doorprize) untuk memikat pengunjung.

“Ini salah satu daya tarik stan kita. Tahun ini luar biasa, hadiah utama doorprize kita ada kulkas, mesin cuci, hingga televisi, ditambah macam-macam hadiah lainnya. Cukup berbelanja produk minimal Rp10.000, pengunjung sudah berhak mendapatkan nomor undian,” papar Betti.

Strategi promosi tersebut terbukti ampuh mendongkrak pendapatan pelaku UMKM yang berpartisipasi. Stan Kotim mencatatkan omzet penjualan yang terbilang tinggi setiap harinya.

“Omzet penjualan kita rata-rata di angka Rp2 jutaan per hari. Angka ini cukup mudah dicapai karena ditopang oleh penjualan produk kain ecoprint yang bernilai ekonomi tinggi, yakni mulai dari Rp100.000 hingga kisaran Rp1 jutaan per lembarnya,” tutupnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru