Warga Lamandau Geger, Pria 43 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Samping Kantor Desa

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Warga Desa Sekoban, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau digegerkan penemuan pria tewas tergantung pada Jumat (17/04/2026) pagi. Korban berinisial AG (43) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area bekas gedung Posyandu, tepat di samping Kantor Desa Sekoban.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 05.15 WIB oleh seorang warga, Ibu Sri, saat hendak membersihkan kantor desa. Penemuan jasad korban gantung diri ini sontak membuat warga sekitar panik dan berdatangan ke lokasi.

Saat tiba di lokasi, saksi awalnya mengira korban dalam posisi duduk. Namun setelah didekati, korban ternyata sudah dalam keadaan tergantung. Saksi pun langsung berteriak meminta pertolongan.

Baca Juga :  Predator Anak di Lamandau Dipidana 10 Tahun

Informasi tersebut kemudian diteruskan Sekretaris Desa Sekoban, Hardiwanto, kepada Babinsa Koramil 1017-02/Lmd, Kopka James Sitorus, sekitar pukul 05.30 WIB.

“Benar, saya menerima informasi pagi tadi. Saksi pertama yang melihat korban adalah Ibu Sri, warga Desa Sekoban,” ujar Kopka James Sitorus saat dikonfirmasi.

Pihak kepolisian dari Polres Lamandau langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi. Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, membenarkan adanya laporan warga meninggal dunia akibat gantung diri tersebut.

Hasil pemeriksaan gabungan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lamandau, Polsek Lamandau, dan tim medis Puskesmas Tapin Bini tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun di sekitar TKP. Ciri-ciri yang ditemukan mengarah pada kasus gantung diri, dengan laporan resmi diterima sekitar pukul 06.00 WIB.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Anak Bunuh Ibu Kandung di Lamandau, 34 Adegan Sadis Direkonstruksi

Korban diketahui berasal dari suku Sunda dan telah lama menetap di Desa Sekoban. Berdasarkan keterangan keluarga serta hasil pendalaman polisi, aksi tersebut diduga dipicu permasalahan internal rumah tangga.

“Untuk sementara tidak ditemukan tanda kekerasan. Dari keterangan keluarga, memang ada masalah rumah tangga,” tegas AKBP Joko Handono.

Saat ini jenazah korban telah ditangani pihak medis dan kepolisian sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Warga Desa Sekoban, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau digegerkan penemuan pria tewas tergantung pada Jumat (17/04/2026) pagi. Korban berinisial AG (43) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area bekas gedung Posyandu, tepat di samping Kantor Desa Sekoban.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 05.15 WIB oleh seorang warga, Ibu Sri, saat hendak membersihkan kantor desa. Penemuan jasad korban gantung diri ini sontak membuat warga sekitar panik dan berdatangan ke lokasi.

Saat tiba di lokasi, saksi awalnya mengira korban dalam posisi duduk. Namun setelah didekati, korban ternyata sudah dalam keadaan tergantung. Saksi pun langsung berteriak meminta pertolongan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Predator Anak di Lamandau Dipidana 10 Tahun

Informasi tersebut kemudian diteruskan Sekretaris Desa Sekoban, Hardiwanto, kepada Babinsa Koramil 1017-02/Lmd, Kopka James Sitorus, sekitar pukul 05.30 WIB.

“Benar, saya menerima informasi pagi tadi. Saksi pertama yang melihat korban adalah Ibu Sri, warga Desa Sekoban,” ujar Kopka James Sitorus saat dikonfirmasi.

Pihak kepolisian dari Polres Lamandau langsung menuju lokasi untuk melakukan identifikasi. Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, membenarkan adanya laporan warga meninggal dunia akibat gantung diri tersebut.

Hasil pemeriksaan gabungan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Lamandau, Polsek Lamandau, dan tim medis Puskesmas Tapin Bini tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun di sekitar TKP. Ciri-ciri yang ditemukan mengarah pada kasus gantung diri, dengan laporan resmi diterima sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga :  Anak Bunuh Ibu Kandung di Lamandau, 34 Adegan Sadis Direkonstruksi

Korban diketahui berasal dari suku Sunda dan telah lama menetap di Desa Sekoban. Berdasarkan keterangan keluarga serta hasil pendalaman polisi, aksi tersebut diduga dipicu permasalahan internal rumah tangga.

“Untuk sementara tidak ditemukan tanda kekerasan. Dari keterangan keluarga, memang ada masalah rumah tangga,” tegas AKBP Joko Handono.

Saat ini jenazah korban telah ditangani pihak medis dan kepolisian sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru