PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Akhir – akhir ini sejumlah wilayah di Indonesia mengalami gejolak kenaikan harga beras. Termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pasalnya, pemicu kondisi tersebut ialah El Nino di Wilayah Indonesia termasuk Kalteng.
Pimpinan Wilayah Bulog Kantor Wilayah Kalteng, Budi Cahyanto. Mengatakan, memang beberapa waktu akhir ini mengalami kenaikan harga beras. Alasannya karena kondisi El Nino yang berdampak pada sejumlah tanaman pangan penurunan produksi.
“Saat ini El Nino menimbulkan dampak pada sejumlah tanaman pangan tidak produksi secara maksimal. Pihak BPS telah merilis memang adanya penurunan produksi, namun tidak terlalu signifikan,” ujarnya, Jumat (13/10)
Budi menjelaskan, perlunya ditekan harga kenaikan beras agar tidak melonjak tinggi. Meskipun Bulog memiliki program bantuan pangan gratis ke 107.766 penerima bantuan di seluruh wilayah Kalteng.
“Program bantuan telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan berturut hingga Bulan November. Kami juga mengadakan operasi pasar yang kami adakan setiap hari, beras bulog yang SPHP itu tersedia di pasar, dan bekerjasama dengan pedagang di pasar,” bebernya.
Ia menyampaikan, stok beras di Kalteng saat ini mencapai 19 ribu ton. Bahkan stok ini diungkapkannya masih akan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiba musim panen pada Bulan Maret 2024 mendatang. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait harga mungkin sedikit naik tapi tidak perlu panik.
“Pada periode ini sebenarnya ada potensi naik. Pasalnya, sudah akhir tahun biasanya musim paceklik, sedang musim tanam baru dimulai dan panen di bulan maret sambil menunggu biasanya akan terjadi pergerakan harga. Tapi kita bisa yakinkan bahwa pergerakan harga ini tidak akan memberatkan masyarakat,” pungkasnya. (hfz/ind)