Sempat Kirim Video VIP 002, Pasutri Sampit Korban KM Virgo Transport 8 Telepon Minta Doa Jam 2 Pagi

PROKALTENG.CO- Tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 menyisakan kepiluan mendalam bagi keluarga Helianto (55) dan Novika Liana (43).

Pasangan suami istri asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tersebut sempat menghubungi anak bungsu mereka sekitar pukul 02.00 WITA untuk mengabarkan kondisi kapal yang miring serta meminta doa, sebelum akhirnya hilang kontak total hingga saat ini.

Kerabat korban, Wahito Fajriannoor, mengungkapkan Helianto sempat mengirimkan video amatir yang memperlihatkan denah dan posisi kamar yang mereka tempati sebelum kapal berangkat.

Berdasarkan video tersebut, kamar keduanya berada di bagian atas kapal. Kamar tersebut disebut merupakan kelas VIP dan berada di bagian depan kapal, tepatnya kamar 002.

Baca Juga :  Fairid Naparin Fasilitasi Dialog Pengelolaan Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai

“Informasi terakhir kemarin yang kami dapat sebelum berangkat, dari anak beliau juga mengonfirmasi bahwa korban ini di kelas VIP, kelas yang mungkin tertinggi, di kamar 002,” kata Wahito, Senin (14/9/2026).

Menurut Wahito, dari video yang dikirimkan korban, posisi kamar diduga berada di bagian paling depan kapal dan kemungkinan berada di lantai tiga.

“Mungkin kalau dilihat dari video yang sempat dikirimkan oleh beliau, posisi kamarnya paling depan mungkin, dari kapal itu. Kemungkinan di lantai 3 kalau tidak salah,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Posisi kamar tersebut kini menjadi perhatian keluarga. Pasalnya, berdasarkan video yang diterima, akses menuju area terbuka di sekitar kamar dinilai cukup terbatas sehingga dikhawatirkan menyulitkan proses penyelamatan apabila terjadi keadaan darurat.

Baca Juga :  Delapan Fraksi DPRD Palangka Raya Sepakat Lanjutkan Pembahasan Dua Raperda

“Kalau dari video, memang minim untuk menyelamatkan diri. Karena kita lihat di pinggir-pinggir itu tidak ada area terbuka. Kemungkinan harus memutar kembali untuk keluar daripada area kapal itu sendiri,” ungkapnya.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah komunikasi terakhir dengan korban. Sekitar pukul 02.00 WITA, Helianto sempat menghubungi anaknya dan mengabarkan kondisi kapal sudah dalam keadaan miring.

PROKALTENG.CO- Tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 menyisakan kepiluan mendalam bagi keluarga Helianto (55) dan Novika Liana (43).

Pasangan suami istri asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tersebut sempat menghubungi anak bungsu mereka sekitar pukul 02.00 WITA untuk mengabarkan kondisi kapal yang miring serta meminta doa, sebelum akhirnya hilang kontak total hingga saat ini.

Kerabat korban, Wahito Fajriannoor, mengungkapkan Helianto sempat mengirimkan video amatir yang memperlihatkan denah dan posisi kamar yang mereka tempati sebelum kapal berangkat.

Electronic money exchangers listing

Berdasarkan video tersebut, kamar keduanya berada di bagian atas kapal. Kamar tersebut disebut merupakan kelas VIP dan berada di bagian depan kapal, tepatnya kamar 002.

Baca Juga :  Fairid Naparin Fasilitasi Dialog Pengelolaan Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai

“Informasi terakhir kemarin yang kami dapat sebelum berangkat, dari anak beliau juga mengonfirmasi bahwa korban ini di kelas VIP, kelas yang mungkin tertinggi, di kamar 002,” kata Wahito, Senin (14/9/2026).

Menurut Wahito, dari video yang dikirimkan korban, posisi kamar diduga berada di bagian paling depan kapal dan kemungkinan berada di lantai tiga.

“Mungkin kalau dilihat dari video yang sempat dikirimkan oleh beliau, posisi kamarnya paling depan mungkin, dari kapal itu. Kemungkinan di lantai 3 kalau tidak salah,” ujarnya.

Posisi kamar tersebut kini menjadi perhatian keluarga. Pasalnya, berdasarkan video yang diterima, akses menuju area terbuka di sekitar kamar dinilai cukup terbatas sehingga dikhawatirkan menyulitkan proses penyelamatan apabila terjadi keadaan darurat.

Baca Juga :  Delapan Fraksi DPRD Palangka Raya Sepakat Lanjutkan Pembahasan Dua Raperda

“Kalau dari video, memang minim untuk menyelamatkan diri. Karena kita lihat di pinggir-pinggir itu tidak ada area terbuka. Kemungkinan harus memutar kembali untuk keluar daripada area kapal itu sendiri,” ungkapnya.

Kekhawatiran keluarga semakin besar setelah komunikasi terakhir dengan korban. Sekitar pukul 02.00 WITA, Helianto sempat menghubungi anaknya dan mengabarkan kondisi kapal sudah dalam keadaan miring.

Terpopuler

Artikel Terbaru