Alarm Karhutla di Palangka Raya: 529 Kejadian dan 1.055 Hektare Lahan Terbakar

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Kota Palangka Raya sepanjang musim kemarau 2026. Hingga 13 September 2026, tercatat sebanyak 529 kejadian karhutla dengan total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 1.055,56 hektare.

Data tersebut berdasarkan rekapitulasi penanganan karhutla dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, terhitung sejak penetapan status siaga darurat karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 13 September 2026.

“Dari total 529 kejadian ini, wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, yakni mencapai 345 kejadian,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi pada Senin (14/9/2026).

Baca Juga :  PAN Kalteng dan Pemuda Pancasila Potong 10 Hewan Kurban

Kemudian disusul Kecamatan Sebangau dengan 111 kejadian, Kecamatan Pahandut sebanyak 46 kejadian, Kecamatan Bukit Batu 24 kejadian, serta Kecamatan Rakumpit sebanyak 3 kejadian.

Jika dijumlahkan, seluruh kejadian tersebut mencapai 529 kasus kebakaran hutan dan lahan. Sementara itu, total luasan hutan dan lahan yang terbakar di sejumlah lokasi di Kota Palangka Raya tercatat mencapai 1.055,56 hektare.

Angka tersebut menunjukkan tingginya intensitas karhutla yang terjadi di wilayah Kota Palangka Raya selama periode penanganan karhutla tahun 2026.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang masih rawan terbakar,” tutupnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Kota Palangka Raya sepanjang musim kemarau 2026. Hingga 13 September 2026, tercatat sebanyak 529 kejadian karhutla dengan total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 1.055,56 hektare.

Data tersebut berdasarkan rekapitulasi penanganan karhutla dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, terhitung sejak penetapan status siaga darurat karhutla pada 1 Juni 2026 hingga 13 September 2026.

“Dari total 529 kejadian ini, wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, yakni mencapai 345 kejadian,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi pada Senin (14/9/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  PAN Kalteng dan Pemuda Pancasila Potong 10 Hewan Kurban

Kemudian disusul Kecamatan Sebangau dengan 111 kejadian, Kecamatan Pahandut sebanyak 46 kejadian, Kecamatan Bukit Batu 24 kejadian, serta Kecamatan Rakumpit sebanyak 3 kejadian.

Jika dijumlahkan, seluruh kejadian tersebut mencapai 529 kasus kebakaran hutan dan lahan. Sementara itu, total luasan hutan dan lahan yang terbakar di sejumlah lokasi di Kota Palangka Raya tercatat mencapai 1.055,56 hektare.

Angka tersebut menunjukkan tingginya intensitas karhutla yang terjadi di wilayah Kota Palangka Raya selama periode penanganan karhutla tahun 2026.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi lahan yang masih rawan terbakar,” tutupnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru