29.1 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024
spot_img

Cegah DBD, Budayakan Kembali Gotong Royong Membersihkan Lingkungan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Lurah Langkai Kota Palangka Raya, Sri Wanti mengatakan bahwa pada bulan Februari 2023 lalu terdapat kurang lebih tiga orang warganya yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di kawasan Jalan Marina Permai, Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya.

“Saat mengetahui hal tersebut, saya langsung ikut turun ke lapangan untuk dilakukan penyemprotan fogging,”katanya, Selasa (14/3/2023).

Sri juga mengutarakan, penyemprotan fogging dilakukan di kawasan terdampak DBD rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan. Sri juga mengajak RT/RW agar segera dilaksanakan kerja bakti, menimbang kondisi cuaca Kota Palangka Raya saat ini kerap kali turun hujan.

“Masyarakat Kelurahan Langkai saya imbau untuk tetap waspada terhadap penyakit DBD. Terlebih lagi beberapa hari terakhir ini hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur Kota Palangka Raya. Karena itu penyakit DBD sering kali muncul,”ujarnya.

Baca Juga :  Tingkat Kewaspadaan, Tetap Laksanakan Prokes Secara Ketat

Menurutnya, agar terbebas dari penularan dan penyebaran menyakit DBD, maka perlu adanya upaya pencegahan. Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi terkaitnya, tentu ada program tersendiri.

“Selain itu, diperlukan kesadaran langsung dari masyarakat untuk turut serta mencegah DBD ini,”imbaunya.

Kata Sri, salah satu caranya, masyarakat harus memastikan tidak ada genangan banjir di lingkungan sekitar rumah akibat hujan yang turun. Di satu sisi masyarakat harus membudayakan kembali sikap gotong royong membersihkan lingkungan.

“Sementara itu upaya pencegahan yang bisa dilakukan setiap warga yakni menjalankan 3M yaitu menguras bak mandi, menutup wadah atau penampungan air, kemudian mengubur barang-barang bekas yang terdapat di lingkungan tempat tinggal,”terangnya.

Baca Juga :  Konsumsi Ikan! Sasarannya Anak-Anak untuk Mencegah Stunting

Dikatakan Sri, efek DBD sangat kompleks karena menyangkut semua aspek, sehingga memerlukan penanganan multi sektor serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.(rin)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Lurah Langkai Kota Palangka Raya, Sri Wanti mengatakan bahwa pada bulan Februari 2023 lalu terdapat kurang lebih tiga orang warganya yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di kawasan Jalan Marina Permai, Kelurahan Langkai Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya.

“Saat mengetahui hal tersebut, saya langsung ikut turun ke lapangan untuk dilakukan penyemprotan fogging,”katanya, Selasa (14/3/2023).

Sri juga mengutarakan, penyemprotan fogging dilakukan di kawasan terdampak DBD rutin dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan. Sri juga mengajak RT/RW agar segera dilaksanakan kerja bakti, menimbang kondisi cuaca Kota Palangka Raya saat ini kerap kali turun hujan.

“Masyarakat Kelurahan Langkai saya imbau untuk tetap waspada terhadap penyakit DBD. Terlebih lagi beberapa hari terakhir ini hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur Kota Palangka Raya. Karena itu penyakit DBD sering kali muncul,”ujarnya.

Baca Juga :  Tingkat Kewaspadaan, Tetap Laksanakan Prokes Secara Ketat

Menurutnya, agar terbebas dari penularan dan penyebaran menyakit DBD, maka perlu adanya upaya pencegahan. Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi terkaitnya, tentu ada program tersendiri.

“Selain itu, diperlukan kesadaran langsung dari masyarakat untuk turut serta mencegah DBD ini,”imbaunya.

Kata Sri, salah satu caranya, masyarakat harus memastikan tidak ada genangan banjir di lingkungan sekitar rumah akibat hujan yang turun. Di satu sisi masyarakat harus membudayakan kembali sikap gotong royong membersihkan lingkungan.

“Sementara itu upaya pencegahan yang bisa dilakukan setiap warga yakni menjalankan 3M yaitu menguras bak mandi, menutup wadah atau penampungan air, kemudian mengubur barang-barang bekas yang terdapat di lingkungan tempat tinggal,”terangnya.

Baca Juga :  Konsumsi Ikan! Sasarannya Anak-Anak untuk Mencegah Stunting

Dikatakan Sri, efek DBD sangat kompleks karena menyangkut semua aspek, sehingga memerlukan penanganan multi sektor serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.(rin)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru