PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Tengah (Kalteng) berharap Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dapat membantu percepatan perbaikan bangunan MTs Darul Ulum yang rusak akibat kebakaran di Jalan Murjani, Gang Sari 45.
“Setelah menghadiri kegiatan penandatanganan kerja sama madrasah, kami langsung meninjau kondisi bangunan MTs Darul Ulum yang terdampak kebakaran. Gedung ini merupakan bangunan baru yang baru beberapa bulan digunakan,” kata Kepala Kanwil Kemenag Kalteng, Muhammad Yusi Abdhian saat meninjau MTs Darul Ulum, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, bangunan tersebut merupakan hasil bantuan pembangunan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama yang belum lama selesai dikerjakan.
“Baru sekitar bulan Juni lalu hasil pembangunannya kami terima. Karena itu tentu sangat disayangkan musibah ini terjadi ketika bangunan baru mulai dimanfaatkan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, kerusakan paling parah terjadi pada bagian lantai atas bangunan, terutama pada dinding dan sebagian atap gedung.
“Meski mengalami kerusakan cukup berat di bagian atas, menurut kami bangunan ini masih memungkinkan untuk direnovasi dan digunakan kembali setelah dilakukan perbaikan,” jelasnya.
Yusi menilai struktur bangunan di lantai bawah masih cukup baik karena menggunakan material kayu ulin yang memiliki daya tahan tinggi.
“Beberapa ruang kelas memang memerlukan perbaikan, tetapi secara umum konstruksi bangunan masih bisa dipertahankan,” jelasnya.
Kanwil Kemenag juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang saat ini melakukan pendataan dan penilaian kerusakan melalui instansi teknis terkait.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat. Di Kementerian Agama, anggaran tahun berjalan sudah ditetapkan sehingga ruang bantuan langsung cukup terbatas, kecuali melalui mekanisme darurat,” tegasnya.
Sementara itu, Kemenag bersama yayasan pengelola sekolah terus mencari solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski sejumlah ruang kelas tidak dapat digunakan.


