PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tiga kasus rentetan kematian tidak wajar diduga akibat bunuh diri pada Januari 2026 terjadi di Kota Palangka Raya dalam kurun waktu singkat. Peristiwa ini memicu keprihatinan serius dari berbagai pihak, khususnya pemerhati kesehatan mental.
Menanggapi fenomena tersebut, Pemerhati Kesehatan Mental sekaligus Anggota Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Widya Kumala menyebut, rangkaian peristiwa ini sebagai peringatan keras bagi seluruh elemen masyarakat.
Menurut Widya, tindakan bunuh diri tidak bisa dilihat sebagai bentuk kelemahan pribadi, melainkan akibat dari tekanan psikologis yang menumpuk dan tidak tertangani secara tepat.
Ia mengajak keluarga, lingkungan pendidikan, tempat kerja, hingga pemerintah untuk lebih peka terhadap perubahan sikap dan perilaku orang-orang di sekitar. Widya menilai, perhatian sederhana dapat menjadi pembeda antara keselamatan dan kehilangan nyawa.
“Sering kali yang dibutuhkan hanyalah telinga yang mau mendengar, bukan penghakiman atau ceramah yang justru menambah tekanan,” ujarnya, Selasa (13/1/2025).
Widya juga menekankan pentingnya membangun budaya saling menguatkan dan berani berbicara saat menghadapi masalah.
Dia mengingatkan bahwa menganggap isu kesehatan mental sebagai sesuatu yang tabu hanya akan memperpanjang daftar korban.
Ia menegaskan setiap nyawa memiliki nilai yang sangat berharga dan tidak ada persoalan yang lebih besar dari kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu, Widya berharap pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat dapat memperkuat sistem dukungan kesehatan mental yang mudah diakses oleh masyarakat.
Selain itu, Widya mengimbau masyarakat yang tengah mengalami tekanan mental berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri agar segera mencari bantuan profesional atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
“Jangan menormalisasi keputusasaan. Jika melihat tanda-tanda depresi pada teman atau keluarga, rangkul mereka dan dorong untuk mencari bantuan profesional. Kita harus bergerak bersama sebelum angka ini terus bertambah,” pungkasnya. (jef)


