NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –  Ratusan warga Kecamatan Bulik Timur memadati Mushola Miftahus Sa’adah, RT 16 Desa Bukit Jaya, Kabupaten Lamandau, untuk menghadiri peringatan Haul Abah Guru Sekumpul ke-21.
Acara khidmat ini dirangkai dengan pengajian rutin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bulik Timur.
Kegiatan ini menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Junaidi Mahmood Sahat, yang merupakan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Amin Palangkaraya.
Kehadiran beliau menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah yang ingin menimba ilmu sekaligus mendoakan ulama karismatik asal Kalimantan Selatan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, Yakup Suparto, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana untuk mengenang dan meneladani jasa serta ajaran para ulama salih.
“Tujuannya adalah memperkuat ukhuwah Islamiah, melestarikan tradisi, serta menjadi pengingat akan kematian sebagai ibrah untuk meningkatkan keimanan dan amal saleh,” ujar Yakup saat ditemui wartawan, Selasa (13/1).
Ia berharap melalui kegiatan ini, kualitas spiritual umat semakin meningkat dan kerukunan antarwarga semakin kokoh.
“Semoga menjadi sarana dakwah yang efektif untuk pendidikan karakter melalui teladan para ulama,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua MWCNU Bulik Timur, Sahid, Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar/KBB Bulik Timur Suriyanto, dan Mesriadi Anggota DPRD Kabupaten Lamandau.
Suasana kebersamaan sangat terasa sejak pagi hari. Sebelum acara inti dimulai, panitia melaksanakan aksi sedekah pagi berupa pembagian bingkisan dan penggalangan dana untuk pengembangan Mushola Miftahus Sa’adah.
Uniknya, saat sesi pengajian berlangsung, warga secara sukarela membagikan makanan dan pentol gratis kepada para jamaah yang hadir.
Dalam ceramahnya, Ustadz Junaidi Mahmood Sahat menekankan tiga poin utama bagi umat Muslim: pentingnya menjauhi sifat sombong, gemar bersedekah, serta keutamaan dalam menuntut ilmu.
Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dimengerti, sehingga jamaah tampak antusias menyimak hingga akhir acara.
Diharapkan, ilmu yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh warga yang hadir. (bib)


