Kualitas Udara Palangka Raya Fluktuatif, BMKG Sebut Dipengaruhi Asap Karhutla

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kualitas udara di Kota Palangka Raya pada Rabu (12/8/2026) masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kualitas udara dapat berubah dari kategori baik, sedang hingga tidak sehat.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Renianata, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, terutama keberadaan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk kualitas udara fluktuatif dari baik, sedang, tidak sehat. Kategori tidak sehat pukul 7 pagi dan pukul 10 pagi,” ujar Renianata, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya. BMKG memantau kualitas udara melalui alat Particulate Matter (PM) 2.5. Di wilayah Kalimantan Tengah, alat pemantau tersebut berada di dua lokasi, yakni Kota Palangka Raya dan Pangkalan Bun.

Baca Juga :  Waspada! 13 Wilayah di Kalteng Berpotensi Hujan Lebat Pekan Ini

Renianata menjelaskan, kondisi kualitas udara di Palangka Raya sangat bergantung pada banyaknya kejadian karhutla serta kondisi angin.

“Tergantung banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahannya, dan arah atau kecepatan angin yang membawanya,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan kondisi cuaca pada Rabu (12/8/2026), Kota Palangka Raya terpantau cerah dengan kondisi masih terdapat asap.

Electronic money exchangers listing

Fluktuasi kualitas udara tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya potensi karhutla selama musim kemarau. Kondisi angin turut menentukan apakah asap bertahan di suatu wilayah atau terbawa ke daerah lainnya.

Masyarakat di Kota Palangka Raya diimbau tetap memperhatikan informasi kualitas udara, terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas karhutla dan kondisi udara mulai berada pada kategori tidak sehat. (jef)

Baca Juga :  Jangan Lengah! Komitmen Mewujudkan Katingan Bebas Asap di Tahun 2024

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kualitas udara di Kota Palangka Raya pada Rabu (12/8/2026) masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kualitas udara dapat berubah dari kategori baik, sedang hingga tidak sehat.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Renianata, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, terutama keberadaan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk kualitas udara fluktuatif dari baik, sedang, tidak sehat. Kategori tidak sehat pukul 7 pagi dan pukul 10 pagi,” ujar Renianata, Rabu (12/8/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurutnya. BMKG memantau kualitas udara melalui alat Particulate Matter (PM) 2.5. Di wilayah Kalimantan Tengah, alat pemantau tersebut berada di dua lokasi, yakni Kota Palangka Raya dan Pangkalan Bun.

Baca Juga :  Waspada! 13 Wilayah di Kalteng Berpotensi Hujan Lebat Pekan Ini

Renianata menjelaskan, kondisi kualitas udara di Palangka Raya sangat bergantung pada banyaknya kejadian karhutla serta kondisi angin.

“Tergantung banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahannya, dan arah atau kecepatan angin yang membawanya,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan kondisi cuaca pada Rabu (12/8/2026), Kota Palangka Raya terpantau cerah dengan kondisi masih terdapat asap.

Fluktuasi kualitas udara tersebut menjadi perhatian di tengah meningkatnya potensi karhutla selama musim kemarau. Kondisi angin turut menentukan apakah asap bertahan di suatu wilayah atau terbawa ke daerah lainnya.

Masyarakat di Kota Palangka Raya diimbau tetap memperhatikan informasi kualitas udara, terutama ketika terjadi peningkatan aktivitas karhutla dan kondisi udara mulai berada pada kategori tidak sehat. (jef)

Baca Juga :  Jangan Lengah! Komitmen Mewujudkan Katingan Bebas Asap di Tahun 2024

Terpopuler

Artikel Terbaru