PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gudang mie instan milik PT Inti Boga Mandiri di Jalan G Obos Induk, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah terbakar pada Jumat (11/9) dini hari. Kebakaran tersebut diduga kuat dipicu karena korsleting pada instalasi listrik.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto mengatakan, dugaan penyebab kebakaran diketahui setelah pihaknya melakukan investigasi di lokasi. Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan instalasi listrik di bagian kanan belakang gudang menggunakan kabel serabut yang dinilai tidak memenuhi standar.
“Dugaan penyebabnya dari instalasi listrik di bagian kanan belakang gudang,” ujar Alfrianto.
Di bagian tersebut, ditemukan tiga lampu neon panjang yang kabelnya tersambung dengan kabel CCTV. Sambungan antar kabel pada sejumlah titik juga tidak dilengkapi pembatas atau pemutus arus dengan terminal.
Menurut Alfrianto, kondisi tersebut berpotensi membuat sambungan kabel menjadi kendur dan menimbulkan panas. Kerusakan kabel akibat binatang pengerat seperti tikus juga dapat menyebabkan kabel menjadi telanjang dan memicu gangguan listrik.
Kobaran api kemudian cepat membesar karena gudang tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai kebutuhan suplai mi instan dan bahan logistik lainnya. Di dalamnya terdapat mie, kardus, plastik kemasan, bahan makanan, minyak makanan hingga rak penyimpanan berbahan kayu.
“Banyak material yang mudah terbakar, sehingga api cepat membesar,” jelasnya.
Selain instalasi listrik, kondisi bangunan turut menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Gudang memiliki ventilasi yang kurang memadai dan berada cukup berdempetan dengan bangunan serta pagar pembatas di sekitarnya.
Musim kemarau dan angin kencang juga disebut turut mempercepat penyebaran api. Ditambah lagi, gudang tersebut tidak dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR).
Akibat kebakaran tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp5,5 miliar. Kerugian meliputi bangunan, perabot kantor, empat mesin troli bahan makanan dan logistik, serta instalasi listrik.
“Untuk kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp5,5 miliar,” kata Alfrianto.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban meninggal dunia maupun luka berat. Namun, satu anggota pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka ringan. Alfrianto mengingatkan pemilik dan pengelola gudang agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik serta memastikan bangunan memiliki sarana proteksi kebakaran yang memadai untuk mengantisipasi kejadian serupa. (jef)


