NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lamandau memicu fenomena baru di tengah masyarakat. BBM eceran mendadak langka setelah kebijakan tersebut diberlakukan, hingga warga berbondong-bondong mendatangi SPBU dan terjadi antrean panjang.
Kondisi tersebut memicu panic buying di sejumlah wilayah Kabupaten Lamandau. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mengular di beberapa SPBU sejak Senin sore (10/8) hingga Selasa pagi (11/8). Kesulitan mendapatkan BBM di tingkat pengecer bahkan sempat memicu keributan antarwarga.
Kebijakan HET BBM yang diterapkan Pemkab Lamandau menetapkan harga Rp13.000 per liter untuk wilayah dalam kota dan Rp15.000 per liter untuk wilayah di luar Kecamatan Bulik.
Pantauan di lapangan, warga terpaksa mendatangi SPBU karena sulit memperoleh BBM dari pengecer. Antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU wilayah Kabupaten Lamandau.
Ria, warga Nanga Bulik, mengaku kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Ia bahkan telah berkeliling Kota Nanga Bulik, tetapi tidak menemukan BBM di tingkat pengecer.
“Keliling Kota Nanga Bulik saya mencari minyak tidak dapat kemarin. Aneh, kok bisa kejadian seperti ini terulang kembali? Baru satu minggu langka, ini kembali lagi,” tutur Ria saat dibincangi wartawan di Nanga Bulik, Selasa (11/8).
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Bambang. Melalui unggahan di akun media sosialnya, ia mempertanyakan kondisi BBM di tingkat pengecer yang tiba-tiba kosong, sementara pasokan ke SPBU menurut pengamatannya tetap berjalan.
“Fenomena langka. Padahal saya lihat dan sering pantau di SPBU tidak telat pengiriman minyak. Kok antrean sepanjang ini dan di eceran kosong minyak? Ada apa? Pertanyaannya, ke mana minyak?” tulis Bambang.
Panjangnya antrean di SPBU juga sempat memicu ketegangan. Badri, warga setempat, mengatakan terjadi adu mulut antarwarga saat menunggu giliran mendapatkan BBM.
“Sempat ribut di SPBU, ibu-ibu mungkin jengkel antre lama atau bagaimana tidak tahu juga, tiba-tiba ngomel-ngomel,” tuturnya.
Di tengah kepanikan warga, Manajer PT Lamandau Sarana Migasindo Okky Rudiyatama Putra memastikan tidak ada pengurangan kuota maupun gangguan pasokan BBM dari pihak Pertamina. Menurutnya, distribusi BBM ke wilayah Lamandau masih berjalan normal.
“Untuk pasokan SPBU kami, Pertalite aman di angka 16 ribu liter dalam sehari. Kalau untuk pengurangan tidak ada sama sekali. Pengiriman cuma libur di hari Minggu saja, selebihnya aman saja tiap hari datang,” terang Okky saat dikonfirmasi.
Dengan kondisi tersebut, persoalan justru muncul pada ketersediaan BBM di tingkat pengecer. Pasokan di SPBU disebut tetap aman, tetapi BBM eceran mendadak sulit ditemukan setelah kebijakan HET diberlakukan.
Situasi itu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan dan melakukan pengawasan agar distribusi BBM di Kabupaten Lamandau kembali normal serta tidak menimbulkan keresahan. (bib)


