Dana Operasional Terlambat Cair, Sejumlah SPPG di Kalteng Sempat Hentikan Layanan MBG

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah, termasuk di wilayah Pahandut-Langkai 6 Kota Palangka Raya, sempat menghentikan operasional sementara akibat keterlambatan pencairan dana operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut terjadi karena dana yang tersedia di rekening pengelola SPPG telah habis, sementara proses pencairan dana dari pusat masih berlangsung.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kalteng, Elisa Agustino, mengatakan keterlambatan pencairan dana tersebut umumnya tidak berlangsung lama karena proses pencairan tetap berjalan.

“Kondisi ini berkaitan dengan keterlambatan pencairan dana. Namun biasanya tidak berlangsung lama karena proses pencairan saat ini tetap berjalan,” kata Elisa Agustino, Kamis (11/6/2026).

Dia menjelaskan, penghentian operasional dilakukan apabila dana yang tersedia di rekening pengelola SPPG telah habis sembari menunggu proses pencairan dana dari pusat selesai.

Baca Juga :  Street War Volume 2: Skill Fighter Memukau Masyarakat Palangka Raya

“Kalau misalnya hari ini dana belum masuk, bisa saja dua atau tiga hari kemudian sudah dicairkan karena prosesnya masih berlangsung pada jam kerja hingga akhir pekan. Karena itu kami biasanya menyampaikan kepada pengelola SPPG bahwa apabila dana operasional memang sudah habis, sementara waktu operasional bisa dihentikan terlebih dahulu sambil membuat laporan dan terus memantau rekening,” ujarnya.

Menurut Elisa, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, keterlambatan pencairan dana belum pernah menyebabkan operasional SPPG berhenti dalam waktu yang lama.

“Sejauh yang kami temui, belum ada kasus keterlambatan pencairan dana yang menyebabkan SPPG berhenti beroperasi hingga satu bulan,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Dia menambahkan, kondisi tersebut merupakan dinamika baru yang muncul seiring adanya penyesuaian kebijakan di tingkat pusat, namun tidak memengaruhi keberlanjutan program MBG secara keseluruhan.

Baca Juga :  Huma Betang Night Perkuat Ekonomi dan Identitas Budaya Daerah

“Yang pasti, program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan,” tegasnya.

Elisa mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan dana tidak hanya terjadi pada satu SPPG, melainkan juga dialami sejumlah SPPG lainnya di Kalimantan Tengah.

“Ada sekitar 14 SPPG di Kalimantan Tengah yang sempat mengalami keterlambatan pencairan dana. Namun saya juga memantau bahwa beberapa di antaranya sudah kembali menerima top up dana dan dapat beroperasi lagi,” ungkapnya.

Dia optimistis seluruh SPPG yang terdampak dapat segera kembali beroperasi setelah dana operasional masuk ke rekening masing-masing pengelola.

“Kalau dana sudah masuk dan rekening sudah terisi kembali, maka operasional dapat langsung dilanjutkan. Jadi penghentian ini sifatnya sementara sambil menunggu pencairan dana masuk,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah, termasuk di wilayah Pahandut-Langkai 6 Kota Palangka Raya, sempat menghentikan operasional sementara akibat keterlambatan pencairan dana operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut terjadi karena dana yang tersedia di rekening pengelola SPPG telah habis, sementara proses pencairan dana dari pusat masih berlangsung.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Kalteng, Elisa Agustino, mengatakan keterlambatan pencairan dana tersebut umumnya tidak berlangsung lama karena proses pencairan tetap berjalan.

“Kondisi ini berkaitan dengan keterlambatan pencairan dana. Namun biasanya tidak berlangsung lama karena proses pencairan saat ini tetap berjalan,” kata Elisa Agustino, Kamis (11/6/2026).

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, penghentian operasional dilakukan apabila dana yang tersedia di rekening pengelola SPPG telah habis sembari menunggu proses pencairan dana dari pusat selesai.

Baca Juga :  Street War Volume 2: Skill Fighter Memukau Masyarakat Palangka Raya

“Kalau misalnya hari ini dana belum masuk, bisa saja dua atau tiga hari kemudian sudah dicairkan karena prosesnya masih berlangsung pada jam kerja hingga akhir pekan. Karena itu kami biasanya menyampaikan kepada pengelola SPPG bahwa apabila dana operasional memang sudah habis, sementara waktu operasional bisa dihentikan terlebih dahulu sambil membuat laporan dan terus memantau rekening,” ujarnya.

Menurut Elisa, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, keterlambatan pencairan dana belum pernah menyebabkan operasional SPPG berhenti dalam waktu yang lama.

“Sejauh yang kami temui, belum ada kasus keterlambatan pencairan dana yang menyebabkan SPPG berhenti beroperasi hingga satu bulan,” katanya.

Dia menambahkan, kondisi tersebut merupakan dinamika baru yang muncul seiring adanya penyesuaian kebijakan di tingkat pusat, namun tidak memengaruhi keberlanjutan program MBG secara keseluruhan.

Baca Juga :  Huma Betang Night Perkuat Ekonomi dan Identitas Budaya Daerah

“Yang pasti, program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan,” tegasnya.

Elisa mengungkapkan bahwa keterlambatan pencairan dana tidak hanya terjadi pada satu SPPG, melainkan juga dialami sejumlah SPPG lainnya di Kalimantan Tengah.

“Ada sekitar 14 SPPG di Kalimantan Tengah yang sempat mengalami keterlambatan pencairan dana. Namun saya juga memantau bahwa beberapa di antaranya sudah kembali menerima top up dana dan dapat beroperasi lagi,” ungkapnya.

Dia optimistis seluruh SPPG yang terdampak dapat segera kembali beroperasi setelah dana operasional masuk ke rekening masing-masing pengelola.

“Kalau dana sudah masuk dan rekening sudah terisi kembali, maka operasional dapat langsung dilanjutkan. Jadi penghentian ini sifatnya sementara sambil menunggu pencairan dana masuk,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru