Hentakan Musik Hijau Daun Bakar Semangat Pengunjung di Bazar Lamandau: Euforia Tak Terlupakan!

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kemeriahan hari ketujuh Bazar Lamandau mencapai puncaknya pada Jumat malam (10/4/2026). Suasana Alun-alun Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, berubah menjadi lautan manusia saat dua bintang tamu utama naik ke atas panggung.

Kehadiran Lenny Lolika, artis berbakat asal Kalimantan Barat dan penyanyi nasional Dide Hijau Daun, sukses menciptakan atmosfer luar biasa yang menggetarkan jantung kota.

Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Lamandau tampak memadati area depan panggung utama sejak petang. Meski awan mendung sempat menyelimuti langit dan rintik hujan membasahi bumi, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat warga.

Antusiasme yang tinggi ini membuktikan betapa dinantikannya hiburan berkualitas di tengah hiruk-pikuk stan UMKM yang sedang berjuang memulihkan roda ekonomi daerah.

Begitu musik mengalun, energi penonton langsung meledak mengikuti irama lagu yang dibawakan. Lenny Lolika membuka penampilan dengan aksi panggung yang memukau, sebelum akhirnya Dide Hijau Daun mengambil alih perhatian dengan deretan lagu hits yang sudah akrab di telinga masyarakat.

Baca Juga :  Selundupkan Ponsel di Celana Dalam, Pengunjung Lapas Ini Ketahuan Petugas

Kolaborasi keduanya berhasil mengubah suasana malam yang dingin menjadi penuh kehangatan dan energi positif yang menyebar ke seluruh penjuru lapangan.

Kondisi lapangan yang sedikit becek akibat guyuran hujan nyatanya bukan penghalang bagi para penggemar setia. Banyak pengunjung yang rela berdiri berjam-jam di tanah yang lembap demi bisa melihat idola mereka dari dekat. Sorak-sorai penonton pecah setiap kali Dide menyapa warga Lamandau, menciptakan harmoni antara artis dan penggemar yang begitu kental dalam momen puncak bazar tahun ini.

Electronic money exchangers listing

Ria, salah satu warga yang hadir di lokasi, mengungkapkan kegembiraannya bisa menyaksikan penampilan grup band idolanya secara langsung. Baginya, rasa lelah dan kondisi lapangan yang kotor terkena lumpur tidak menjadi masalah dibandingkan pengalaman berkesan yang didapatkannya malam itu. Semangat Ria mencerminkan perasaan ribuan orang lainnya yang haus akan hiburan panggung terbuka setelah sekian lama.

Baca Juga :  Pengunjung Membludak, NDX AKA “Guncang” Panggung Pembukaan Lamandau Expo 2025

“Kami rela becek-becek menonton demi artis idola Hijau Daun. Mantap pokoknya malam ini! Tidak rugi datang jauh-jauh meski cuaca kurang mendukung, karena penampilannya sangat memuaskan,” tutur Ria dengan nada penuh semangat saat ditemui di sela-sela konser.

Suaranya hampir tenggelam di balik gemuruh tepuk tangan penonton yang terus memberikan apresiasi kepada para talenta yang tampil.

Hingga acara berakhir, situasi di Alun-alun Nanga Bulik tetap berjalan lancar dan tertib walaupun ada insiden perkelahian. Bazar Lamandau hari ketujuh ini, tidak hanya sukses menjadi ajang promosi produk lokal bagi para pelaku UMKM, tetapi juga berhasil menjadi sarana hiburan rakyat yang menyatukan masyarakat dalam kegembiraan. Malam itu menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kemeriahan perhelatan akbar di Kabupaten Lamandau. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kemeriahan hari ketujuh Bazar Lamandau mencapai puncaknya pada Jumat malam (10/4/2026). Suasana Alun-alun Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, berubah menjadi lautan manusia saat dua bintang tamu utama naik ke atas panggung.

Kehadiran Lenny Lolika, artis berbakat asal Kalimantan Barat dan penyanyi nasional Dide Hijau Daun, sukses menciptakan atmosfer luar biasa yang menggetarkan jantung kota.

Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Lamandau tampak memadati area depan panggung utama sejak petang. Meski awan mendung sempat menyelimuti langit dan rintik hujan membasahi bumi, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan semangat warga.

Electronic money exchangers listing

Antusiasme yang tinggi ini membuktikan betapa dinantikannya hiburan berkualitas di tengah hiruk-pikuk stan UMKM yang sedang berjuang memulihkan roda ekonomi daerah.

Begitu musik mengalun, energi penonton langsung meledak mengikuti irama lagu yang dibawakan. Lenny Lolika membuka penampilan dengan aksi panggung yang memukau, sebelum akhirnya Dide Hijau Daun mengambil alih perhatian dengan deretan lagu hits yang sudah akrab di telinga masyarakat.

Baca Juga :  Selundupkan Ponsel di Celana Dalam, Pengunjung Lapas Ini Ketahuan Petugas

Kolaborasi keduanya berhasil mengubah suasana malam yang dingin menjadi penuh kehangatan dan energi positif yang menyebar ke seluruh penjuru lapangan.

Kondisi lapangan yang sedikit becek akibat guyuran hujan nyatanya bukan penghalang bagi para penggemar setia. Banyak pengunjung yang rela berdiri berjam-jam di tanah yang lembap demi bisa melihat idola mereka dari dekat. Sorak-sorai penonton pecah setiap kali Dide menyapa warga Lamandau, menciptakan harmoni antara artis dan penggemar yang begitu kental dalam momen puncak bazar tahun ini.

Ria, salah satu warga yang hadir di lokasi, mengungkapkan kegembiraannya bisa menyaksikan penampilan grup band idolanya secara langsung. Baginya, rasa lelah dan kondisi lapangan yang kotor terkena lumpur tidak menjadi masalah dibandingkan pengalaman berkesan yang didapatkannya malam itu. Semangat Ria mencerminkan perasaan ribuan orang lainnya yang haus akan hiburan panggung terbuka setelah sekian lama.

Baca Juga :  Pengunjung Membludak, NDX AKA “Guncang” Panggung Pembukaan Lamandau Expo 2025

“Kami rela becek-becek menonton demi artis idola Hijau Daun. Mantap pokoknya malam ini! Tidak rugi datang jauh-jauh meski cuaca kurang mendukung, karena penampilannya sangat memuaskan,” tutur Ria dengan nada penuh semangat saat ditemui di sela-sela konser.

Suaranya hampir tenggelam di balik gemuruh tepuk tangan penonton yang terus memberikan apresiasi kepada para talenta yang tampil.

Hingga acara berakhir, situasi di Alun-alun Nanga Bulik tetap berjalan lancar dan tertib walaupun ada insiden perkelahian. Bazar Lamandau hari ketujuh ini, tidak hanya sukses menjadi ajang promosi produk lokal bagi para pelaku UMKM, tetapi juga berhasil menjadi sarana hiburan rakyat yang menyatukan masyarakat dalam kegembiraan. Malam itu menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kemeriahan perhelatan akbar di Kabupaten Lamandau. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru