25.1 C
Jakarta
Wednesday, January 28, 2026

Dari Mantan Pecandu Jadi Ketua GDAN, Ririen Binti Dedikasikan Hidup Lawan Narkoba

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO Berbekal pengalaman kelam sebagai mantan pecandu narkoba selama 19 tahun, Ririen Binti kini berdiri di garis depan memimpin Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) demi menyelamatkan masyarakat Dayak dan warga Kalimantan Tengah (Kalteng) dari ancaman narkoba yang kian merusak tatanan kehidupan.

Ririen Binti  mengaku “nekat”menerima amanah memimpin GDAN karena peredaran narkoba sudah sangat merusak berbagai tatanan kehidupan masyarakat Dayak, dan masyarakat lainnya yang hidup di Kalteng.

Ia menyebut, peredaran narkoba, terutama jenis sabu-sabu dan pil zenith di Bumi Tambun Bungai sudah sangat-sangat mengkhawatirkan, bahkan sudah merambah daerah pedalaman.

“Bahkan di Kota Palangka Raya, tepatnya di daerah Ponton, “ada Pasar Narkoba“ yang walaupun sudah sering digerebek aparat hukum, namun, sampai berita ini disusun masih beroperasi,” ujarnya, dalam keterangannya, Minggu (11/1).

Menurutnya, masifnya peredaran barang haram ini sudah sangat merusak banyak anak bangsa, terutama masyarakat Dayak, yang merupakan penduduk asli Pulau Borneo.

GDAN yang didukung Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, Wali Kota Palangka Raya, dan seluruh Bupati se Kalteng serta institusi hukum, maupun masyarakat Kalteng, bertekad untuk memerangi narkoba, sehingga tidak menjadi momok yang semakin merusak anak bangsa.

Lebih lanjut ia menyebut, narkoba sudah sangat merusak tatanan moral, budaya, adat istidat, hingga merusak tatanan iman masyarakat Dayak, serta masyarakat lainnya yang hidup di Tanah Dayak.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Direkomendasikan Pimpin Golkar Kalteng, Edy Pratowo Bilang Begini

“Apabila tidak diperangi mulai sekarang, maka barang haram ini akan menghancurkan sehancurnya-hancurnya  masyarakat Dayak dan masyarakat yang tinggal di Bumi Tambun Bungai ini “ tegas Ririen Binti.

Ririen Binti, yang juga seorang Penginjil, atau Evangelis dari Gereja Kalimantan Evangelis (GKE ), meyakini  keberadaanya sebagai ketua GDAN, adalah bagian dari pelayanan untuk memuliakan Tuhan Yesus.

“Karena keberadaan GDAN tidak hanya memerangi narkoba dengan cara melawan peredarannya, namun melalui GDAN, juga dilakukan sosialisasi anti narkoba, hingga pelayanan rohani berbagai agama, seraya menyerukan pertobatan bagi pelindung, bandar, pengedar hingga pengguna narkoba,” ungkapnya.

“ Bagi saya, GDAN adalah bagian dari ibadah untuk memuliakan Nama Tuhan Yesus, karena melaluinya, kami memerangi narkoba serta menyerukan pertobatan bagi banyak orang yang terlibat dalam peredarannya maupun bagi pengguna,” sambungnya.

Riren Binti, mengaku pernah menjadi pecandu berat narkoba selama 19 tahun namun bertobat sebagai pengguna narkoba, mengaku paham kuatnya daya rusak narkoba.

karena itu, ia rela mendedikasikan diri, demi meminimalkan masyarakat Dayak dan masyarakat yang tinggal di tanah Dayak hancur karena barang haram tersebut.

Baca Juga :  Ingat! Jaga Kebersihan Sungai dengan Tidak Membuang Sampah Sembarangan

“Daya rusak narkoba sangat dasyat, karena itu saya pasang badan untuk meminimalkan masyarakat Dayak dan masyarakat yang tinggal di tanah Dayak hancur karena narkoba, “ tegas Ririen Binti.

Ririen Binti, yang juga Wartawan senior di Kalteng menegaskan, semakin maraknya peredaran narkoba, tidak lepas karena masih adanya oknum aparat hukum yang terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.

“Saya mengingatkan para oknum aparat hukum yang terlibat dalam peredaran narkoba, untuk segera bertobat, karena tindakan yang kalian lakukan sangat merusak masyarakat Dayak, dan GDAN pasang badan untuk melawan kalian,“ tegas Ririen Binti.

Menutup pernyataannya, Ririen Binti, mengutip Firman Tuhan dari Filipi 1 ayat 21, yang mengatakan Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

“Sebelum saya menikmati keuntungan kekal, untuk hidup kekal bersama Tuhan Yesus di Rumah Bapa di Surga. Maka sisa hidup ini, saya dedikasikan untuk menjadi berkat bagi banyak orang,” bebernya.

“Seraya terus menegakkan keadilan dan kebenaran yang tentunya akan sangat menyenangkan hati Tuhan.Salah satu caranya, dengan melawan peredaran narkoba yang sangat menghancurkan kehidupan manusia,”tutup Ririen Binti.(hfz)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO Berbekal pengalaman kelam sebagai mantan pecandu narkoba selama 19 tahun, Ririen Binti kini berdiri di garis depan memimpin Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) demi menyelamatkan masyarakat Dayak dan warga Kalimantan Tengah (Kalteng) dari ancaman narkoba yang kian merusak tatanan kehidupan.

Ririen Binti  mengaku “nekat”menerima amanah memimpin GDAN karena peredaran narkoba sudah sangat merusak berbagai tatanan kehidupan masyarakat Dayak, dan masyarakat lainnya yang hidup di Kalteng.

Ia menyebut, peredaran narkoba, terutama jenis sabu-sabu dan pil zenith di Bumi Tambun Bungai sudah sangat-sangat mengkhawatirkan, bahkan sudah merambah daerah pedalaman.

Electronic money exchangers listing

“Bahkan di Kota Palangka Raya, tepatnya di daerah Ponton, “ada Pasar Narkoba“ yang walaupun sudah sering digerebek aparat hukum, namun, sampai berita ini disusun masih beroperasi,” ujarnya, dalam keterangannya, Minggu (11/1).

Menurutnya, masifnya peredaran barang haram ini sudah sangat merusak banyak anak bangsa, terutama masyarakat Dayak, yang merupakan penduduk asli Pulau Borneo.

GDAN yang didukung Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, Wali Kota Palangka Raya, dan seluruh Bupati se Kalteng serta institusi hukum, maupun masyarakat Kalteng, bertekad untuk memerangi narkoba, sehingga tidak menjadi momok yang semakin merusak anak bangsa.

Lebih lanjut ia menyebut, narkoba sudah sangat merusak tatanan moral, budaya, adat istidat, hingga merusak tatanan iman masyarakat Dayak, serta masyarakat lainnya yang hidup di Tanah Dayak.

Baca Juga :  Direkomendasikan Pimpin Golkar Kalteng, Edy Pratowo Bilang Begini

“Apabila tidak diperangi mulai sekarang, maka barang haram ini akan menghancurkan sehancurnya-hancurnya  masyarakat Dayak dan masyarakat yang tinggal di Bumi Tambun Bungai ini “ tegas Ririen Binti.

Ririen Binti, yang juga seorang Penginjil, atau Evangelis dari Gereja Kalimantan Evangelis (GKE ), meyakini  keberadaanya sebagai ketua GDAN, adalah bagian dari pelayanan untuk memuliakan Tuhan Yesus.

“Karena keberadaan GDAN tidak hanya memerangi narkoba dengan cara melawan peredarannya, namun melalui GDAN, juga dilakukan sosialisasi anti narkoba, hingga pelayanan rohani berbagai agama, seraya menyerukan pertobatan bagi pelindung, bandar, pengedar hingga pengguna narkoba,” ungkapnya.

“ Bagi saya, GDAN adalah bagian dari ibadah untuk memuliakan Nama Tuhan Yesus, karena melaluinya, kami memerangi narkoba serta menyerukan pertobatan bagi banyak orang yang terlibat dalam peredarannya maupun bagi pengguna,” sambungnya.

Riren Binti, mengaku pernah menjadi pecandu berat narkoba selama 19 tahun namun bertobat sebagai pengguna narkoba, mengaku paham kuatnya daya rusak narkoba.

karena itu, ia rela mendedikasikan diri, demi meminimalkan masyarakat Dayak dan masyarakat yang tinggal di tanah Dayak hancur karena barang haram tersebut.

Baca Juga :  Ingat! Jaga Kebersihan Sungai dengan Tidak Membuang Sampah Sembarangan

“Daya rusak narkoba sangat dasyat, karena itu saya pasang badan untuk meminimalkan masyarakat Dayak dan masyarakat yang tinggal di tanah Dayak hancur karena narkoba, “ tegas Ririen Binti.

Ririen Binti, yang juga Wartawan senior di Kalteng menegaskan, semakin maraknya peredaran narkoba, tidak lepas karena masih adanya oknum aparat hukum yang terlibat dalam peredaran barang haram tersebut.

“Saya mengingatkan para oknum aparat hukum yang terlibat dalam peredaran narkoba, untuk segera bertobat, karena tindakan yang kalian lakukan sangat merusak masyarakat Dayak, dan GDAN pasang badan untuk melawan kalian,“ tegas Ririen Binti.

Menutup pernyataannya, Ririen Binti, mengutip Firman Tuhan dari Filipi 1 ayat 21, yang mengatakan Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

“Sebelum saya menikmati keuntungan kekal, untuk hidup kekal bersama Tuhan Yesus di Rumah Bapa di Surga. Maka sisa hidup ini, saya dedikasikan untuk menjadi berkat bagi banyak orang,” bebernya.

“Seraya terus menegakkan keadilan dan kebenaran yang tentunya akan sangat menyenangkan hati Tuhan.Salah satu caranya, dengan melawan peredaran narkoba yang sangat menghancurkan kehidupan manusia,”tutup Ririen Binti.(hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru