PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan gambut di kawasan Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya–Banjarmasin Km 32, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Senin (10/8/2026).
Meski pemadaman telah dilakukan berjam-jam, karakter gambut dalam membuat bara berpotensi bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran.
Tim Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalteng mulai melakukan penanganan sekitar pukul 10.41 WIB. Pemadaman berlangsung hingga pukul 17.01 WIB.
Lokasi kebakaran berada di kawasan gambut dalam dengan vegetasi berupa semak belukar, pohon akasia, geronggang, blangiran, pakis-pakisan dan tanaman menjalar.
Kondisi tersebut membuat penanganan tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan, tetapi juga terhadap titik-titik yang berpotensi masih menyimpan bara di dalam gambut.
Tim gabungan melakukan pemadaman, pembatasan penjalaran api dan pendinginan. Sumber air untuk pemadaman diperoleh dari parit terdekat yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi.
Penanganan melibatkan personel Dalkarhutla Dishut Provinsi Kalteng, Pemadaman Darat Dalkarhutla, Brimob Polri, BPBD Provinsi Kalteng serta MPA Jumpun Pambelum.
Sejumlah peralatan dikerahkan, di antaranya satu unit mobil single cabin Dalkarhutla, satu unit Artco, satu unit mesin pompa Honda WL, satu roll selang hisap, lima roll selang tembak dan satu nozzle spray.
Tim juga menggunakan dua unit handy talky serta dua telepon seluler Android untuk mendukung koordinasi di lapangan.
Kepala Dishut Provinsi Kalteng Agustan Saining mengatakan, kondisi gambut dalam menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karena api dapat kembali muncul meski titik api di permukaan telah berhasil dipadamkan.
“Selain pemadaman, pendinginan juga harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik yang kembali menyala,” ujar Agustan.


