El Nino 2026 Mengintai, BMKG: Dampaknya Bisa Sampai Akhir Tahun

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – BMKG memprediksi fenomena El Nino berpotensi terjadi pada pertengahan hingga akhir 2026. Dampaknya diperkirakan bisa berlangsung cukup panjang, bahkan hingga menjelang akhir tahun.

Peringatan ini menjadi penting bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng), karena El Nino berpotensi menurunkan curah hujan dan memicu kekeringan di sejumlah wilayah.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti menjelaskan, El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang melebihi kondisi normal.

“Fenomena ini menyebabkan perubahan pola angin dan curah hujan di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga :  Polisi Hadir Berikan Pengamanan Humanis, Aksi Unras Berjalan Aman dan Tertib

Berdasarkan hasil pemantauan dan prediksi terbaru, peluang El Nino mulai muncul pada periode Mei hingga Juli 2026.

“Diperkirakan mulai Mei, Juni, hingga Juli akan beralih ke El Nino lemah hingga moderat, dan kondisi ini bisa berlangsung sampai menjelang akhir tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan fenomena tersebut bersifat dinamis dan akan terus diperbarui setiap bulan.

Electronic money exchangers listing

“Sebagai catatan, indeks El Nino diperbarui setiap bulan. Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi dari BMKG,” tambahnya.

Dengan potensi El Nino ini, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap perubahan pola cuaca, terutama berkurangnya curah hujan yang dapat berdampak pada kekeringan.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (jef)

Baca Juga :  Begini Pendampingan ABK di Sekolah Inklusi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – BMKG memprediksi fenomena El Nino berpotensi terjadi pada pertengahan hingga akhir 2026. Dampaknya diperkirakan bisa berlangsung cukup panjang, bahkan hingga menjelang akhir tahun.

Peringatan ini menjadi penting bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng), karena El Nino berpotensi menurunkan curah hujan dan memicu kekeringan di sejumlah wilayah.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti menjelaskan, El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang melebihi kondisi normal.

Electronic money exchangers listing

“Fenomena ini menyebabkan perubahan pola angin dan curah hujan di berbagai wilayah di dunia, termasuk Indonesia,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga :  Polisi Hadir Berikan Pengamanan Humanis, Aksi Unras Berjalan Aman dan Tertib

Berdasarkan hasil pemantauan dan prediksi terbaru, peluang El Nino mulai muncul pada periode Mei hingga Juli 2026.

“Diperkirakan mulai Mei, Juni, hingga Juli akan beralih ke El Nino lemah hingga moderat, dan kondisi ini bisa berlangsung sampai menjelang akhir tahun,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan fenomena tersebut bersifat dinamis dan akan terus diperbarui setiap bulan.

“Sebagai catatan, indeks El Nino diperbarui setiap bulan. Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi dari BMKG,” tambahnya.

Dengan potensi El Nino ini, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap perubahan pola cuaca, terutama berkurangnya curah hujan yang dapat berdampak pada kekeringan.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (jef)

Baca Juga :  Begini Pendampingan ABK di Sekolah Inklusi

Terpopuler

Artikel Terbaru