Sensus Ekonomi 2026, Sebanyak 222 Petugas Siap Datangi Rumah Warga

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya akan menerjunkan sebanyak 222 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang menyasar seluruh pelaku usaha dan rumah tangga di Kota Palangka Raya.

Pendataan akan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah maupun ke lokasi usaha guna memperoleh gambaran menyeluruh kondisi perekonomian masyarakat.

Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, mengatakan seluruh pelaku usaha, mulai dari skala besar, menengah, hingga mikro, akan menjadi sasaran sensus. Selain itu, seluruh rumah tangga juga akan didata oleh petugas lapangan.

“Semua dunia usaha, mulai dari skala besar, menengah hingga mikro, kemudian juga seluruh rumah tangga akan menjadi sasaran pendataan. Nanti petugas kami akan mendata secara door to door,” kata Amos usai Pencanangan Pelaksanaan dan Pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Palangka Raya, Selasa (9/6/2026).

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kota Palangka Raya telah merekrut 222 mitra statistik yang akan ditugaskan melakukan pendataan di lapangan.

“Totalnya ada 222 orang mitra statistik yang akan kami turunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026 Memiliki Peran Strategis Menghadirkan Data Komprehensif dan Akurat

Sebelum diterjunkan, para petugas terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari yang dilaksanakan dalam dua gelombang. Pelatihan tersebut mencakup pemahaman konsep dan definisi sensus ekonomi, prosedur operasional standar (SOP) pendataan, hingga simulasi wawancara dengan responden.

Electronic money exchangers listing

“Kami melatih konsep dan definisinya, bagaimana tata cara pendataan di lapangan, termasuk latihan wawancara. Jadi mereka benar-benar siap saat melakukan pendataan nanti,” lanjutnya.

Amos menjelaskan informasi yang akan dikumpulkan dalam sensus ekonomi cukup beragam. Untuk pelaku usaha, petugas akan mendata karakteristik usaha, legalitas dan perizinan, kepemilikan aset, hingga data pendapatan dan pengeluaran selama tahun 2025.

Sementara itu, rumah tangga juga akan didata terkait kepemilikan aset yang dapat menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih rinci.

“Cukup banyak informasi yang akan kami kumpulkan. Mulai dari karakteristik usaha, izin usaha, kepemilikan aset rumah tangga dan perusahaan, sampai pendapatan serta pengeluaran usaha selama tahun 2025,” tambahnya.

Menurut Amos, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting untuk memetakan struktur perekonomian Indonesia, termasuk jumlah pelaku usaha di berbagai sektor seperti pertanian, perdagangan, industri, dan jasa.

Baca Juga :  Satgas Berikan Layanan Pemakaman dan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Selain itu, sensus juga akan menghasilkan data mengenai tenaga kerja, kondisi permodalan usaha, pemanfaatan teknologi digital, perkembangan ekonomi digital, hingga keterkaitan aktivitas ekonomi dengan aspek lingkungan.

“Kita ingin mendapatkan data yang rinci tentang perekonomian Indonesia. Dari sensus ekonomi ini nantinya akan tergambar struktur ekonomi, tenaga kerja, permodalan, akses terhadap ekonomi digital, hingga keterkaitan dengan ekonomi lingkungan,” imbuhnya.

Terkait keamanan data, Amos menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena kerahasiaan informasi individu dijamin oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data yang dikumpulkan BPS hanya akan digunakan dalam bentuk agregat atau data makro dan tidak dipublikasikan sebagai data individu.

“Kerahasiaan data individu dijamin undang-undang. Sistem keamanannya juga dilindungi oleh Badan Siber dan Sandi Negara. Data yang dipublikasikan adalah data makro, bukan data mikro atau data individu,” tutupnya. (adr)

Sensus Ekonomi 2026, BPS Palangka Raya, Mitra Statistik, Data Ekonomi, Amos Adam Residul

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya akan menerjunkan sebanyak 222 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 yang menyasar seluruh pelaku usaha dan rumah tangga di Kota Palangka Raya.

Pendataan akan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah maupun ke lokasi usaha guna memperoleh gambaran menyeluruh kondisi perekonomian masyarakat.

Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, mengatakan seluruh pelaku usaha, mulai dari skala besar, menengah, hingga mikro, akan menjadi sasaran sensus. Selain itu, seluruh rumah tangga juga akan didata oleh petugas lapangan.

Electronic money exchangers listing

“Semua dunia usaha, mulai dari skala besar, menengah hingga mikro, kemudian juga seluruh rumah tangga akan menjadi sasaran pendataan. Nanti petugas kami akan mendata secara door to door,” kata Amos usai Pencanangan Pelaksanaan dan Pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Palangka Raya, Selasa (9/6/2026).

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kota Palangka Raya telah merekrut 222 mitra statistik yang akan ditugaskan melakukan pendataan di lapangan.

“Totalnya ada 222 orang mitra statistik yang akan kami turunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026 Memiliki Peran Strategis Menghadirkan Data Komprehensif dan Akurat

Sebelum diterjunkan, para petugas terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari yang dilaksanakan dalam dua gelombang. Pelatihan tersebut mencakup pemahaman konsep dan definisi sensus ekonomi, prosedur operasional standar (SOP) pendataan, hingga simulasi wawancara dengan responden.

“Kami melatih konsep dan definisinya, bagaimana tata cara pendataan di lapangan, termasuk latihan wawancara. Jadi mereka benar-benar siap saat melakukan pendataan nanti,” lanjutnya.

Amos menjelaskan informasi yang akan dikumpulkan dalam sensus ekonomi cukup beragam. Untuk pelaku usaha, petugas akan mendata karakteristik usaha, legalitas dan perizinan, kepemilikan aset, hingga data pendapatan dan pengeluaran selama tahun 2025.

Sementara itu, rumah tangga juga akan didata terkait kepemilikan aset yang dapat menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara lebih rinci.

“Cukup banyak informasi yang akan kami kumpulkan. Mulai dari karakteristik usaha, izin usaha, kepemilikan aset rumah tangga dan perusahaan, sampai pendapatan serta pengeluaran usaha selama tahun 2025,” tambahnya.

Menurut Amos, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting untuk memetakan struktur perekonomian Indonesia, termasuk jumlah pelaku usaha di berbagai sektor seperti pertanian, perdagangan, industri, dan jasa.

Baca Juga :  Satgas Berikan Layanan Pemakaman dan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Selain itu, sensus juga akan menghasilkan data mengenai tenaga kerja, kondisi permodalan usaha, pemanfaatan teknologi digital, perkembangan ekonomi digital, hingga keterkaitan aktivitas ekonomi dengan aspek lingkungan.

“Kita ingin mendapatkan data yang rinci tentang perekonomian Indonesia. Dari sensus ekonomi ini nantinya akan tergambar struktur ekonomi, tenaga kerja, permodalan, akses terhadap ekonomi digital, hingga keterkaitan dengan ekonomi lingkungan,” imbuhnya.

Terkait keamanan data, Amos menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena kerahasiaan informasi individu dijamin oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data yang dikumpulkan BPS hanya akan digunakan dalam bentuk agregat atau data makro dan tidak dipublikasikan sebagai data individu.

“Kerahasiaan data individu dijamin undang-undang. Sistem keamanannya juga dilindungi oleh Badan Siber dan Sandi Negara. Data yang dipublikasikan adalah data makro, bukan data mikro atau data individu,” tutupnya. (adr)

Sensus Ekonomi 2026, BPS Palangka Raya, Mitra Statistik, Data Ekonomi, Amos Adam Residul

Terpopuler

Artikel Terbaru