PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dipastikan bukan penyebab terganggunya rute penerbangan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.
Penundaan sejumlah jadwal keberangkatan transportasi udara tersebut murni dipicu oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Api Anak Krakatau.
Klarifikasi terkait situasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy usai menghadiri kegiatan Universitas Palangka Raya (UPR) pada Selasa (8/9/2026).
“Adapun di bandara Tjilik Riwut sekarang terdapat kendala akibat beberapa bandara di pulau Jawa yang ditutup, khususnya yang menuju Palangka Raya,” ungkapnya kepada awak media.
Gangguan jadwal penerbangan ini tercatat telah berlangsung selama dua hari terakhir, bermula dari letusan Gunung Api Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu (5/8/2026) lalu. Diketahui bahwa material debu vulkaniknya terbawa angin hingga menyelimuti wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Saat ini, pihak Dishub Kalteng terus berkoordinasi menanti arahan dari otoritas penerbangan.
“Kita juga masih menunggu informasi lebih lanjut. Apakah kondisi abu vulkanik sudah mereka, sehingga bisa diberikan izin untuk terbang ke Palangka Raya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dedy menegaskan bahwa kondisi udara di wilayah Palangka Raya sendiri sebenarnya aman dan kondusif. Â Terkait ketebalan asap akibat Karhutla belum masuk kategori berbahaya, sehingga operasional bandara lokal tetap berjalan normal seperti biasa.
“Intinya di Kalteng, secara khusus di Palangka Raya dan sekitarnya ini masih bisa melayani untuk penerbangan, karena juga untuk jarak pandang masih di atas 1200,” pungkasnya. (her)


