Palangka Raya Diguyur Hujan, Angin Segar Sedikit Menghapus Kabut Asap Karhutla

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Hujan dengan intensitas tinggi sempat mengguyur wilayah Kota Palangka Raya pada Selasa (8/9/2026 sore. Kondisi ini menjadi berkah bagi masyarakat Kalteng yang sedang dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pantauan di lapangan,  suasana menjelang malam di jalanan kota tampak diselimuti rintik hujan yang cukup lebat. Permukaan aspal yang basah terlihat memantulkan cahaya kuning dari lampu-lampu penerangan jalan dan pendaran lampu taman yang mulai menyala.

Terlihat jelas bagaimana tingginya intensitas hujan menciptakan kabut tipis yang membatasi jarak pandang. Kendaraan yang melintas, baik sepeda motor maupun mobil, terpaksa harus melambatkan laju kendaraannya. Para pengendara tampak menyalakan lampu utama agar tetap bisa melihat jalan dan terlihat oleh pengendara lain dari arah berlawanan.

Baca Juga :  Ritual Suci Mamapas Lewu, Ikhtiar Palangka Raya Menolak Bala di Akhir Tahun

Selain itu, pepohonan hijau yang berada di median dan tepi jalan juga tampak bergoyang, menunjukkan bahwa hujan lebat ini turut disertai dengan hembusan angin. Cipratan air dari kendaraan yang melintas serta genangan air yang mulai terbentuk di beberapa titik menuntut kehati-hatian ekstra guna menghindari risiko tergelincir.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalteng. Ini akan terjadi selama tiga hari ke depan, terhitung sejak 7 hingga 9 September 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, mengungkapkan bahwa hujan yang berpotensi terjadi tersebut dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesiapsiagaan dengan Pelatihan Pengendalian Karhutla

“Potensi hujan sedang hingga lebat ini diperkirakan tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, hingga Kota Palangka Raya,” ujar Ihsan, Senin (7/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Kondisi cuaca ini menjadi berkah tersendiri bagi wilayah Kalteng. Hujan yang turun diharapkan mampu membasahi lahan gambut yang kering, memadamkan sejumlah titik api karhutla. Begitu juga mampu menyapu partikel tebal kabut asap yang menyelimuti kota dan membuat kualitas udara kembali sehat. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Hujan dengan intensitas tinggi sempat mengguyur wilayah Kota Palangka Raya pada Selasa (8/9/2026 sore. Kondisi ini menjadi berkah bagi masyarakat Kalteng yang sedang dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pantauan di lapangan,  suasana menjelang malam di jalanan kota tampak diselimuti rintik hujan yang cukup lebat. Permukaan aspal yang basah terlihat memantulkan cahaya kuning dari lampu-lampu penerangan jalan dan pendaran lampu taman yang mulai menyala.

Terlihat jelas bagaimana tingginya intensitas hujan menciptakan kabut tipis yang membatasi jarak pandang. Kendaraan yang melintas, baik sepeda motor maupun mobil, terpaksa harus melambatkan laju kendaraannya. Para pengendara tampak menyalakan lampu utama agar tetap bisa melihat jalan dan terlihat oleh pengendara lain dari arah berlawanan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Ritual Suci Mamapas Lewu, Ikhtiar Palangka Raya Menolak Bala di Akhir Tahun

Selain itu, pepohonan hijau yang berada di median dan tepi jalan juga tampak bergoyang, menunjukkan bahwa hujan lebat ini turut disertai dengan hembusan angin. Cipratan air dari kendaraan yang melintas serta genangan air yang mulai terbentuk di beberapa titik menuntut kehati-hatian ekstra guna menghindari risiko tergelincir.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalteng. Ini akan terjadi selama tiga hari ke depan, terhitung sejak 7 hingga 9 September 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, mengungkapkan bahwa hujan yang berpotensi terjadi tersebut dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesiapsiagaan dengan Pelatihan Pengendalian Karhutla

“Potensi hujan sedang hingga lebat ini diperkirakan tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, hingga Kota Palangka Raya,” ujar Ihsan, Senin (7/9/2026).

Kondisi cuaca ini menjadi berkah tersendiri bagi wilayah Kalteng. Hujan yang turun diharapkan mampu membasahi lahan gambut yang kering, memadamkan sejumlah titik api karhutla. Begitu juga mampu menyapu partikel tebal kabut asap yang menyelimuti kota dan membuat kualitas udara kembali sehat. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru