Enam Pengamen Mengaku Dibuang ke Desa Tinduk, Satpol PP Kotim Buka Suara

PROKALTENG.CO – Video yang memperlihatkan enam pengamen berada di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada malam hari viral di media sosial.

Dalam video tersebut, mereka mengaku sebelumnya diamankan Satpol PP Kotim sebelum akhirnya berada di lokasi tersebut.

Video itu memicu perhatian warganet karena keenam pengamen terlihat berada di lokasi minim penerangan.

Dalam rekaman, mereka menceritakan perjalanan hingga akhirnya berada di Desa Tinduk.

Berdasarkan keterangan yang terdengar dalam video, keenam orang tersebut sebelumnya disebut diamankan oleh petugas Satpol PP Kotim.

Mereka mengaku mendapat informasi akan dibawa ke kawasan Taman Kota Sampit. Namun, mereka kemudian mengaku berada di Desa Tinduk.

Baca Juga :  Tutup O2SN Tingkat Kabupaten Seruyan, Asisten I Harapkan Hal Ini

Karena hari sudah malam, mereka menyebut harus berjalan kaki sebelum akhirnya mendapatkan kendaraan untuk kembali menuju kawasan kota.

Electronic money exchangers listing

Rekaman tersebut kemudian menyebar di sejumlah platform media sosial dan menuai beragam respons dari warganet.

Kondisi itu sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kronologi penertiban keenam pengamen tersebut, termasuk siapa yang membawa mereka ke Desa Tinduk dan mengapa mereka akhirnya berada di lokasi tersebut.

PROKALTENG.CO – Video yang memperlihatkan enam pengamen berada di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada malam hari viral di media sosial.

Dalam video tersebut, mereka mengaku sebelumnya diamankan Satpol PP Kotim sebelum akhirnya berada di lokasi tersebut.

Video itu memicu perhatian warganet karena keenam pengamen terlihat berada di lokasi minim penerangan.

Electronic money exchangers listing

Dalam rekaman, mereka menceritakan perjalanan hingga akhirnya berada di Desa Tinduk.

Berdasarkan keterangan yang terdengar dalam video, keenam orang tersebut sebelumnya disebut diamankan oleh petugas Satpol PP Kotim.

Mereka mengaku mendapat informasi akan dibawa ke kawasan Taman Kota Sampit. Namun, mereka kemudian mengaku berada di Desa Tinduk.

Baca Juga :  Tutup O2SN Tingkat Kabupaten Seruyan, Asisten I Harapkan Hal Ini

Karena hari sudah malam, mereka menyebut harus berjalan kaki sebelum akhirnya mendapatkan kendaraan untuk kembali menuju kawasan kota.

Rekaman tersebut kemudian menyebar di sejumlah platform media sosial dan menuai beragam respons dari warganet.

Kondisi itu sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kronologi penertiban keenam pengamen tersebut, termasuk siapa yang membawa mereka ke Desa Tinduk dan mengapa mereka akhirnya berada di lokasi tersebut.

Terpopuler

Artikel Terbaru