PROKALTENG.CO-Penyanyi Andien harus menghadapi kendala perjalanan setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan abu vulkaniknya menyebar ke sejumlah wilayah di Tanah Air.
Hal itu berdampak pada penerbangan Andien dari Semarang menuju Jakarta dibatalkan. Tak hanya penerbangannya dibatalkan, Andien sebelumnya juga sempat dibuat panik ketika pesawat yang ditumpanginya berputar-putar di udara sebelum akhirnya bisa mendarat di Semarang.
Andien menceritakan pengalaman tersebut melalui sebuah video diunggah di akun Instagram pribadinya, Minggu (6/9). Penyanyi 41 tahun mengungkapkan pesawat yang membawanya menuju Semarang sempat berputar di udara selama hampir satu jam karena terdampak abu vulkanik.
“Jadi kemarin waktu aku mau landing di Semarang, pesawat yang aku tumpangi itu sempat muter-muter hampir 1 jam di udara, dan kabarnya karena visibility yang rendah. Aku juga sempat panik,” cerita Andien.
Masalah kembali muncul ketika Andien hendak pulang ke Jakarta. Penerbangan yang seharusnya membawanya pulang terpaksa harus dibatalkan setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kondisi tersebut membuat Andien harus mencari alternatif transportasi. Ia sempat mencari tiket kereta api dari Jawa Tengah menuju Jakarta, tetapi tiketnya ternyata sudah habis.
Karena tidak mendapatkan tiket kereta, Andien akhirnya melakukan perjalanan pulang ke Jakarta melalui jalur darat. Pilihan tersebut diambil agar ia tetap bisa segera kembali ke Jakarta dan berkumpul bersama keluarganya.
“Kalau ditanya khawatir, iya banget karena ada dua anak kecilku yang menunggu di rumah,” kata Andien.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak dan orang lanjut usia. Menurutnya, kondisi udara yang terdampak abu vulkanik perlu disikapi dengan penuh kewaspadaan, terutama ketika masyarakat harus melakukan aktivitas di luar rumah.
“Di luar ada teman-teman kita yang memang harus berhadapan langsung dengan abu vulkanik, aktivitas yang pasti juga terganggu, perjalanan yang tertunda, pekerjaan yang mungkin juga banyak sekali terhambat, sampai mungkin yang dialami banyak sekali orang, cemas, kemudian mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatan keluarga,” tuturnya.
Andien mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan keselamatan. Ia meminta warga yang harus keluar rumah menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik.
“Jadi please stay safe, gunakan masker yang proper waktu harus keluar rumah, jaga anak-anak dan orang tua kita, dan sebisa mungkin kita saling bantu satu sama lain,” kata Andien. (jpg)


