Diwarnai Isak Tangis Keluarga, Jenazah Aiptu Sumariyanto Dimakamkan Malam Ini di Kasongan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Jenazah Aiptu Sumariyanto, personel Satresnarkoba Polres Katingan yang tewas dalam tugas pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, rencananya akan langsung dikebumikan di Kasongan, Kabupaten Katingan, pada Minggu malam (5/7/2026).

Sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir, jasad almarhum melewati prosedur pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Begitu tahapan medis tersebut rampung, jenazah akan segera digeser menuju Masjid Al-Ghufron di Kasongan untuk disalatkan.

Pihak keluarga menyampaikan. Bahwa kerabat mendiang yang bertolak dari Semarang diprediksi baru akan tiba pada hari Senin (6/7/2026).

Isak tangis dan suasana duka mendalam mewarnai ruang forensik RS Bhayangkara. Khanza (16), putri dari almarhum, terlihat sangat terpukul dan tidak sanggup membendung air matanya menyambut kedatangan jenazah sang ayah sekitar pukul 13.50 WIB.

Baca Juga :  Wahid Yusuf Sambut Kelahiran Anak Kedua dengan Bahagia

Sembari menahan emosi dengan nada bicara yang bergetar, Khanza menceritakan bahwa ayahnya merupakan figur yang luar biasa sekaligus panutan dalam hidupnya. “Ayah sosok yang baik, bisa menjadi teladan,” ucapnya sambil menahan tangis.

Diketahui, Aiptu Sumariyanto adalah satu dari dua personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dilaporkan raib pasca-penggerebekan terhadap BIO, terduga bandar sabu. Operasi yang digelar pada Kamis dini hari (2/7/2026) itu berujung pada bentrokan.

Insiden tersebut mengakibatkan Aipda (Anumerta) Yudhi Perdana Putra menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian. Di sisi lain, Bripda Nopandri Ramadhana bersama Aiptu Sumariyanto dinyatakan hilang ketika berusaha menyelamatkan diri melalui aliran Sungai Katingan.

Electronic money exchangers listing

Sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu (4/7/2026), jasad Bripda Nopandri telah ditemukan terlebih dahulu dalam keadaan tidak bernyawa. Almarhum juga sudah dimakamkan usai melewati proses autopsi di RS Bhayangkara Palangka Raya.

Baca Juga :  Cegah Tindak Pidana Korupsi, BPK Pantau Kinerja Bank Kalteng

Kemudian pada Minggu pagi, masyarakat setempat akhirnya menemukan jenazah Aiptu Sumariyanto di sekitar kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah.

Sampai saat ini, jajaran kepolisian masih menantikan laporan resmi hasil autopsi guna mengidentifikasi penyebab pasti meninggalnya Aiptu Sumariyanto, termasuk menyelidiki indikasi adanya luka akibat senjata tajam. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Jenazah Aiptu Sumariyanto, personel Satresnarkoba Polres Katingan yang tewas dalam tugas pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, rencananya akan langsung dikebumikan di Kasongan, Kabupaten Katingan, pada Minggu malam (5/7/2026).

Sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir, jasad almarhum melewati prosedur pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Begitu tahapan medis tersebut rampung, jenazah akan segera digeser menuju Masjid Al-Ghufron di Kasongan untuk disalatkan.

Pihak keluarga menyampaikan. Bahwa kerabat mendiang yang bertolak dari Semarang diprediksi baru akan tiba pada hari Senin (6/7/2026).

Electronic money exchangers listing

Isak tangis dan suasana duka mendalam mewarnai ruang forensik RS Bhayangkara. Khanza (16), putri dari almarhum, terlihat sangat terpukul dan tidak sanggup membendung air matanya menyambut kedatangan jenazah sang ayah sekitar pukul 13.50 WIB.

Baca Juga :  Wahid Yusuf Sambut Kelahiran Anak Kedua dengan Bahagia

Sembari menahan emosi dengan nada bicara yang bergetar, Khanza menceritakan bahwa ayahnya merupakan figur yang luar biasa sekaligus panutan dalam hidupnya. “Ayah sosok yang baik, bisa menjadi teladan,” ucapnya sambil menahan tangis.

Diketahui, Aiptu Sumariyanto adalah satu dari dua personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dilaporkan raib pasca-penggerebekan terhadap BIO, terduga bandar sabu. Operasi yang digelar pada Kamis dini hari (2/7/2026) itu berujung pada bentrokan.

Insiden tersebut mengakibatkan Aipda (Anumerta) Yudhi Perdana Putra menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian. Di sisi lain, Bripda Nopandri Ramadhana bersama Aiptu Sumariyanto dinyatakan hilang ketika berusaha menyelamatkan diri melalui aliran Sungai Katingan.

Sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu (4/7/2026), jasad Bripda Nopandri telah ditemukan terlebih dahulu dalam keadaan tidak bernyawa. Almarhum juga sudah dimakamkan usai melewati proses autopsi di RS Bhayangkara Palangka Raya.

Baca Juga :  Cegah Tindak Pidana Korupsi, BPK Pantau Kinerja Bank Kalteng

Kemudian pada Minggu pagi, masyarakat setempat akhirnya menemukan jenazah Aiptu Sumariyanto di sekitar kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah.

Sampai saat ini, jajaran kepolisian masih menantikan laporan resmi hasil autopsi guna mengidentifikasi penyebab pasti meninggalnya Aiptu Sumariyanto, termasuk menyelidiki indikasi adanya luka akibat senjata tajam. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru