26.5 C
Jakarta
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Nadalsyah Mengaku Ingin Dikudeta Sriosako

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPD Partai Demokrat Kalteng Nadalsyah mengaku mengikuti aturan hukum yang berlaku. Dirinya pun siap datang jika dipanggil pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan. Terkait dugaan tindak pidana tidak menyenangkan, seperti yang dilaporkan Anggota DPRD Kalteng dari fraksi Demokrat Sriosako.

Koyem sapaan akrab Nadalsyah menjelaskan prihal chat yang dikirimnya ke Sriosako. Sebelum mengirim chat, jelas Koyem, ia mengetahui bahwa Sriosako membawa orang banyak untuk mengkudeta dirinya. Hal tersebut dilakukan Sriosako beberapa tahun yang lalu.

“Dengan adanya hal seperti itu. Aku menchat dia (Sriosako,red) berisikan sampai sudah panderan ikam (Pembicaraan kamu,red) nanti setelah hari raya kita berdua ketemu. Jangan membawa orang lain, melainkan hanya berdua saja. Kalau itu dianggap menantang berkelahi tidak ada bahasa membawa berkelahi,” tukas Koyem.

Baca Juga :  Nadalsyah Mundur sebagai Ketua Demokrat Kalteng?

Ia mengungkapkan cekcok Sriosako dengan Umi Mastikah tidak hanya terjadi saat ini. Ia pun mengaku tahu sejak dulu terkait permasalahan tersebut. Namun ia tak mau mengumbar aib orang. Koyem pun juga membantah atas tudingan Sriosako, terkait Umi yang diduga ditekan oleh Partai saat kejadian tanggal 11 Mei lalu.

“Partai tidak ada melakukan langkah apapun. Sebelum saya dipanggil oleh Polda. Karena kami tidak ingin memperbesar masalah. Aku pun tahu bahwa yang dilaporkan Sako sifatnya kabur, tidak bisa diteruskan. Tetapi karena mengangkat nama aku, sehingga menjadi jelek di mata masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Koyem menceritakan, bahwa ia dan Sriosako merupakan satu suku di Bakumpai dan satu grup pesan aplikasi di Bakumpai. Orang-orang di grup Bakumpai pun berusaha memperbaiki hubungan dirinya dengan Sriosako atas permasalahan tersebut. Ia pun menyatakan siap untuk memperbaiki hubungan tersebut.

Baca Juga :  Asah Kemampuan Jurnalistik, PWI Gelar Pelatihan Penulisan Opini dan Tajuk

“Karena memang aku tidak pernah merasa ada bermasalah dengan Sriosako dan Sriosako pun membaca chat itu. Orang-orang tokoh Bakumpai yang ada di grup itu menginginkan ini setop permasalahan dan aku siap. Kami melapor pun tidak. Itu lah pembuktian kami tidak mau melanjutkan masalah,” ungkapnya.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPD Partai Demokrat Kalteng Nadalsyah mengaku mengikuti aturan hukum yang berlaku. Dirinya pun siap datang jika dipanggil pihak kepolisian untuk memberikan penjelasan. Terkait dugaan tindak pidana tidak menyenangkan, seperti yang dilaporkan Anggota DPRD Kalteng dari fraksi Demokrat Sriosako.

Koyem sapaan akrab Nadalsyah menjelaskan prihal chat yang dikirimnya ke Sriosako. Sebelum mengirim chat, jelas Koyem, ia mengetahui bahwa Sriosako membawa orang banyak untuk mengkudeta dirinya. Hal tersebut dilakukan Sriosako beberapa tahun yang lalu.

“Dengan adanya hal seperti itu. Aku menchat dia (Sriosako,red) berisikan sampai sudah panderan ikam (Pembicaraan kamu,red) nanti setelah hari raya kita berdua ketemu. Jangan membawa orang lain, melainkan hanya berdua saja. Kalau itu dianggap menantang berkelahi tidak ada bahasa membawa berkelahi,” tukas Koyem.

Baca Juga :  Nadalsyah Mundur sebagai Ketua Demokrat Kalteng?

Ia mengungkapkan cekcok Sriosako dengan Umi Mastikah tidak hanya terjadi saat ini. Ia pun mengaku tahu sejak dulu terkait permasalahan tersebut. Namun ia tak mau mengumbar aib orang. Koyem pun juga membantah atas tudingan Sriosako, terkait Umi yang diduga ditekan oleh Partai saat kejadian tanggal 11 Mei lalu.

“Partai tidak ada melakukan langkah apapun. Sebelum saya dipanggil oleh Polda. Karena kami tidak ingin memperbesar masalah. Aku pun tahu bahwa yang dilaporkan Sako sifatnya kabur, tidak bisa diteruskan. Tetapi karena mengangkat nama aku, sehingga menjadi jelek di mata masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Koyem menceritakan, bahwa ia dan Sriosako merupakan satu suku di Bakumpai dan satu grup pesan aplikasi di Bakumpai. Orang-orang di grup Bakumpai pun berusaha memperbaiki hubungan dirinya dengan Sriosako atas permasalahan tersebut. Ia pun menyatakan siap untuk memperbaiki hubungan tersebut.

Baca Juga :  Asah Kemampuan Jurnalistik, PWI Gelar Pelatihan Penulisan Opini dan Tajuk

“Karena memang aku tidak pernah merasa ada bermasalah dengan Sriosako dan Sriosako pun membaca chat itu. Orang-orang tokoh Bakumpai yang ada di grup itu menginginkan ini setop permasalahan dan aku siap. Kami melapor pun tidak. Itu lah pembuktian kami tidak mau melanjutkan masalah,” ungkapnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru