PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda area lahan gambut yang terletak tepat di seberang gedung terminal Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya.
Department Head Airport Security, Rescue and Fire Fighting Bandara Tjilik Riwut, Bayu Setiawan Wijaya, mengungkapkan bahwa area lahan gambut yang terbakar terpantau cukup luas.
Menindaklanjuti hal tersebut, pimpinan bandara telah berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
“Kemarin pimpinan bandar udara, General Manager, sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melewati Ibu Sekda Provinsi, kemudian juga dari Kodam, Polri, BPBD, dan tim gabungan yang lain. Sehingga saat ini memang sedang dalam proses penanganan ataupun pemadaman,” ujar Bayu saat ditemui Prokalteng di Bandara Tjilik Riwut, Sabtu (5/9/2026).
Meski area yang terbakar cukup luas dan berada tak jauh dari bandara, Bayu memastikan insiden karhutla tersebut belum menimbulkan dampak negatif terhadap aktivitas penerbangan maupun kenyamanan calon penumpang. Hal ini tertolong oleh faktor arah angin yang bersahabat.
“Sampai dengan hari ini, karena anginnya tidak mengarah ke gedung terminal, sehingga memang tidak mengganggu kenyamanan ataupun operasional yang ada di terminal penumpang,” jelasnya.
Selain terbebas dari kepungan asap tebal di area terminal, jarak pandang (visibility) di kawasan landasan pacu (runway) juga dipastikan masih sangat prima. Pada Sabtu sore, jarak pandang dilaporkan menembus angka 5.000 meter.
Menurut ketentuan aviasi, jarak pandang normal dan aman untuk pesawat melakukan lepas landas maupun pendaratan berada di kisaran 1.500 hingga 2.000 meter.
Dengan tingginya angka visibility saat ini, operasional bandara berjalan sangat efektif tanpa adanya gangguan pada proses pendaratan (landing) maupun keberangkatan (take-off).
Sebagai langkah antisipatif ke depan terkait potensi penyebaran asap karhutla, pihak Bandara Tjilik Riwut akan terus berkoordinasi secara berkala dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kita selalu koordinasi dengan BMKG selaku Person In Charge (PIC) yang memberikan informasi cuaca. BMKG akan memberikan update terus per dua atau tiga jam sekali. Untuk besok, prediksi terakhir kondisi cuaca tetap masih cukup bagus di antara 4.000 sampai 5.000 meter jarak pandang,” pungkas Bayu. (her)


