KAPUAS, PROKALTENG.CO – Kegiatan latihan Tapak Suci Putra Muhammadiyah di Kabupaten Kapuas kembali bergeliat usai libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Para siswa dan kader tampak antusias mengikuti latihan rutin yang digelar di halaman Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan, Jalan Melati, Kuala Kapuas.
Latihan tersebut dipimpin langsung oleh Pendekar Madya Saun, S.Pd.I, yang dikenal sebagai pelatih berpengalaman dan berdedikasi tinggi dalam membina generasi muda.
Dengan penuh semangat, ia terus menanamkan nilai-nilai disiplin, konsistensi, serta akhlak mulia kepada para siswa.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas, H. Sapto Subagio, mengatakan bahwa pasca lebaran para kader kembali menjalani latihan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
“Pasca lebaran Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mereka kembali berlatih rutin, bertempat di halaman Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Jalan Melati Kuala Kapuas,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Saun sendiri merupakan Pendekar Madya yang telah menerima ijazah dari Pimpinan Pusat Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putra Muhammadiyah pada tahun 2022.
Selama kiprahnya, ia telah berhasil membawa para siswa meraih berbagai prestasi dan penghargaan di bidang pencak silat.
Sapto menjelaskan, Tapak Suci Putra Muhammadiyah merupakan organisasi otonom ke-11 Muhammadiyah yang bergerak di bidang seni bela diri pencak silat.
Organisasi ini bertujuan membentuk kader bangsa yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki mental yang kuat.
“Motto Tapak Suci Putra Muhammadiyah adalah dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” jelasnya.
Selain itu, Tapak Suci juga merupakan anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan termasuk dalam 10 perguruan historis IPSI.
Organisasi ini tidak hanya fokus pada pengembangan bela diri, tetapi juga menjadi sarana dakwah amar ma’ruf nahi munkar serta mencetak kader Muhammadiyah.
“Sebagai organisasi bela diri, Tapak Suci menekankan latihan fisik yang metodis dan rasional tanpa praktik syirik. Tapak Suci juga telah tersebar luas di Indonesia bahkan memiliki perwakilan di beberapa negara,” pungkas Sapto.(hfz)


