Kemiskinan Kalteng Turun Jadi 4,94 Persen, BPS Catat Ketimpangan Makin Rendah

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng mencatat penurunan tingkat kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk per September 2025. Capaian ini sejalan dengan membaiknya kondisi sosial ekonomi daerah sepanjang tahun lalu.

Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti menyebut, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 4,94 persen, turun 0,25 persen poin dibandingkan Maret 2025. Secara jumlah, penduduk miskin di Kalteng kini berada di angka 141,75 ribu orang.

“Penurunan ini menunjukkan perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah perkotaan,” kata Agnes, Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, penurunan kemiskinan paling terasa di kawasan perkotaan. Persentase penduduk miskin perkotaan turun menjadi 4,84 persen, sementara di perdesaan relatif stabil dengan sedikit kenaikan menjadi 5,02 persen.

Baca Juga :  Pemutihan Pajak Kendaraan, Warga Lamandau Diajak Manfaatkan Kesempatan

“Kondisi ini menunjukkan kebijakan pengentasan kemiskinan perlu terus diarahkan lebih spesifik sesuai karakteristik wilayah, baik kota maupun desa,” ujarnya.

Selain kemiskinan, BPS juga mencatat penurunan ketimpangan pengeluaran penduduk. Gini ratio Kalteng pada September 2025 tercatat 0,284, lebih rendah dibandingkan Maret 2025 sebesar 0,292.

“Berdasarkan kriteria Bank Dunia, tingkat ketimpangan ini masih masuk kategori rendah,” jelas Agnes.

Electronic money exchangers listing

Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi pasar kerja di Kalteng juga menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada November 2025 tercatat 68,46 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 3,44 persen.

Menurut BPS, penurunan pengangguran terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, seiring meningkatnya jumlah penduduk yang terserap ke dunia kerja.

Baca Juga :  Sinergi Pendidikan dan Industri Jadi Kunci Kurangi Pengangguran

“Mayoritas tenaga kerja masih terserap di sektor pertanian, perdagangan, serta pertambangan dan penggalian. Tiga sektor ini masih menjadi penopang utama perekonomian Kalteng,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng mencatat penurunan tingkat kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk per September 2025. Capaian ini sejalan dengan membaiknya kondisi sosial ekonomi daerah sepanjang tahun lalu.

Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti menyebut, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 4,94 persen, turun 0,25 persen poin dibandingkan Maret 2025. Secara jumlah, penduduk miskin di Kalteng kini berada di angka 141,75 ribu orang.

“Penurunan ini menunjukkan perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah perkotaan,” kata Agnes, Kamis (5/2).

Electronic money exchangers listing

Ia menjelaskan, penurunan kemiskinan paling terasa di kawasan perkotaan. Persentase penduduk miskin perkotaan turun menjadi 4,84 persen, sementara di perdesaan relatif stabil dengan sedikit kenaikan menjadi 5,02 persen.

Baca Juga :  Pemutihan Pajak Kendaraan, Warga Lamandau Diajak Manfaatkan Kesempatan

“Kondisi ini menunjukkan kebijakan pengentasan kemiskinan perlu terus diarahkan lebih spesifik sesuai karakteristik wilayah, baik kota maupun desa,” ujarnya.

Selain kemiskinan, BPS juga mencatat penurunan ketimpangan pengeluaran penduduk. Gini ratio Kalteng pada September 2025 tercatat 0,284, lebih rendah dibandingkan Maret 2025 sebesar 0,292.

“Berdasarkan kriteria Bank Dunia, tingkat ketimpangan ini masih masuk kategori rendah,” jelas Agnes.

Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi pasar kerja di Kalteng juga menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada November 2025 tercatat 68,46 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 3,44 persen.

Menurut BPS, penurunan pengangguran terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, seiring meningkatnya jumlah penduduk yang terserap ke dunia kerja.

Baca Juga :  Sinergi Pendidikan dan Industri Jadi Kunci Kurangi Pengangguran

“Mayoritas tenaga kerja masih terserap di sektor pertanian, perdagangan, serta pertambangan dan penggalian. Tiga sektor ini masih menjadi penopang utama perekonomian Kalteng,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru