PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tim BPK Kamboja merespons laporan kemunculan tiga ekor anak ular piton yang meresahkan penghuni rumah kos di Jalan Karet, Kota Palangka Raya, Sabtu (3/10/2026).
Tim BPK Kamboja yang dipimpin Sucipto langsung menerjunkan personel untuk menyisir area permukiman guna mencari keberadaan induk ular sekaligus mengecek titik-titik rawan yang menjadi jalur masuk reptil tersebut.
Ketua BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan laporan tersebut disampaikan penghuni kos yang mengaku telah menemukan tiga ekor anak ular piton di sekitar tempat tinggalnya.
Dari tiga ekor ular tersebut, dua di antaranya sempat diamankan oleh warga dan diberikan kepada tetangga.
Sementara satu ekor lainnya ditemukan di sekitar halaman rumah kos dan telah dimatikan.
“Dua ekor ditemukan bertengger di ventilasi kamar mandi. Karena penghuni merasa takut masih ada ular lainnya, termasuk induknya, maka kami dilaporkan untuk membantu melakukan pencarian,” kata Sucipto.
Setibanya di lokasi, tim bertemu dengan pelapor untuk mengetahui titik penemuan ular sekaligus mendapatkan informasi mengenai kronologi keberadaan ular tersebut.
Tim BPK Kamboja kemudian melakukan pencarian dan penelusuran di sekitar rumah kos selama kurang lebih satu jam.
Namun, dari pencarian tersebut tidak ditemukan anak ular piton lainnya maupun induknya.
Sucipto menjelaskan, saat melakukan penelusuran, tim menemukan sejumlah ranting dan dahan pohon yang menjalar hingga masuk dan menempel pada pagar pembatas antara rumah kos dengan lahan kosong milik tetangga.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tim BPK Kamboja merespons laporan kemunculan tiga ekor anak ular piton yang meresahkan penghuni rumah kos di Jalan Karet, Kota Palangka Raya, Sabtu (3/10/2026).
Tim BPK Kamboja yang dipimpin Sucipto langsung menerjunkan personel untuk menyisir area permukiman guna mencari keberadaan induk ular sekaligus mengecek titik-titik rawan yang menjadi jalur masuk reptil tersebut.
Ketua BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan laporan tersebut disampaikan penghuni kos yang mengaku telah menemukan tiga ekor anak ular piton di sekitar tempat tinggalnya.
Dari tiga ekor ular tersebut, dua di antaranya sempat diamankan oleh warga dan diberikan kepada tetangga.
Sementara satu ekor lainnya ditemukan di sekitar halaman rumah kos dan telah dimatikan.
“Dua ekor ditemukan bertengger di ventilasi kamar mandi. Karena penghuni merasa takut masih ada ular lainnya, termasuk induknya, maka kami dilaporkan untuk membantu melakukan pencarian,” kata Sucipto.
Setibanya di lokasi, tim bertemu dengan pelapor untuk mengetahui titik penemuan ular sekaligus mendapatkan informasi mengenai kronologi keberadaan ular tersebut.
Tim BPK Kamboja kemudian melakukan pencarian dan penelusuran di sekitar rumah kos selama kurang lebih satu jam.
Namun, dari pencarian tersebut tidak ditemukan anak ular piton lainnya maupun induknya.
Sucipto menjelaskan, saat melakukan penelusuran, tim menemukan sejumlah ranting dan dahan pohon yang menjalar hingga masuk dan menempel pada pagar pembatas antara rumah kos dengan lahan kosong milik tetangga.