PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Kabut asap yang masih menyelimuti Palangka Raya membuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan dari berbagai sisi. Di tengah kondisi udara yang belum membaik, ikhtiar tidak hanya dilakukan melalui pemadaman dan pembasahan lahan, tetapi juga lewat doa.
Jumat (2/10) pagi, jemaah haji dan umrah bersama sejumlah pihak menggelar zikir, doa bersama dan salat istisqa di depan Gedung Asrama Haji Palangka Raya. Suasana kabut asap yang masih terasa menjadi latar pelaksanaan ibadah tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah Hasan Basri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sebagai salah satu upaya membantu mengatasi kabut asap yang terjadi akibat karhutla.
“Konsep acara ini memang salah satu ikhtiar daripada Kementerian Haji dan Umrah dalam rangka ikut membantu pemerintah, dalam rangka berikhtiar untuk menghilangkan kabut asap ini dengan meminta rahmat dari Allah, yaitu berupa hujan berkah,” kata Hasan usai pelaksanaan salat istisqa, Jumat (2/10).
Menurutnya, berbagai upaya penanganan karhutla telah dilakukan pemerintah, mulai dari pemadaman hingga langkah penanganan lainnya. Namun, ikhtiar tersebut dinilai perlu diiringi dengan doa. Hasan mengatakan, salat istisqa kali ini secara khusus melibatkan jemaah haji dan umrah di Kota Palangka Raya, termasuk jamaah haji yang akan berangkat pada 2027. Sejumlah pemangku kepentingan juga diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Kebetulan haji bisa melakukan ini. Karena kita punya jemaah haji, kita kumpulkan jemaah haji. Konsepnya seperti itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi kabut asap juga dikhawatirkan berdampak terhadap jamaah haji yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan keberangkatan.
Menurutnya, apabila kondisi asap berlangsung dalam waktu lama, aktivitas jemaah yang harus keluar ruangan dapat berisiko terpapar asap. Karena itu, pihaknya berharap kondisi segera membaik.
“Dampak daripada asap ini pasti berimbas kepada jemaah haji yang saat ini mereka lagi pemeriksaan kesehatan. Nah kalau ini berlarut-larut, mereka keluar ruangan, mereka tidak memakai asap, dengan asap ini ditakutkannya, dikhawatirkan mereka nanti ada yang terpapar penyakit ISPA,” katanya.
Hasan menuturkan, selain jamaah haji dan umrah, kegiatan tersebut juga mengundang sejumlah pemangku kepentingan, baik dari pemerintah daerah maupun organisasi keagamaan. Di antaranya pemerintah provinsi dan kota, MUI, NU, Muhammadiyah serta sejumlah instansi terkait. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut mendapat ijabah dari Allah SWT. Terlebih, di antara jamaah yang hadir terdapat mereka yang baru kembali dari ibadah umrah.
“Kami mencoba menerobos itu, cara itulah mudahmudahan. Dengan bersama itu tadi, maknanya sebetulnya mudah-mudahan hujan,” ujarnya.(kpg)


