NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Sanggar Laman Basega dari Kabupaten Lamandau sukses mencuri perhatian publik pada ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 di Palangka Raya akhir Mei lalu.
Membawakan Tari Kreatif bertajuk “Sangan Batu Batungkat” (Dongeng Batu Bertongkat), penampilan apik sanggar tersebut berhasil memukau para penonton yang hadir.
Penampilan gemilang ini, merupakan bagian dari komitmen penuh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamandau dalam mendukung pelestarian sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Tarian yang dibina langsung oleh penata tari Kiki Desti Yanti ini, bukan sekadar menyuguhkan estetika gerak. Lebih dari itu, “Sangan Batu Batungkat” mengangkat kisah mendalam yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Dayak.
Lewat harmonisasi apik antara gerakan tari yang dinamis dan alunan musik tradisional, pertunjukan ini menyampaikan pesan mendalam tentang menjaga adat istiadat, leluhur dan Keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam sekitar.
Penata tari, Kiki Desti Yanti menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah daerah serta Dekranasda.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lamandau dan Ketua Dekranasda atas dukungannya selama ini dalam pengembangan seni dan budaya daerah,” ungkap Kiki saat, Rabu (3/6).
Nada apresiasi juga datang dari Ketua Dekranasda Kabupaten Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra. Ia memuji konsistensi para pelaku seni yang terus menghidupkan budaya daerah lewat karya-karya kreatif yang segar.
“FBIM menjadi wadah yang sangat baik untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah. Kami berharap para seniman dan generasi muda terus berkarya serta menjaga warisan budaya ini sebagai identitas daerah,” tutur Norol Latifah.
Keberhasilan tari “Sangan Batu Batungkat” tidak hanya bergema di panggung luring, tetapi juga viral di jagat maya. Antusiasme masyarakat yang tinggi terlihat jelas dari video penampilan mereka yang diunggah oleh akun media sosial resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah.
Terbukti video tari kreatif tersebut, telah disaksikan hingga jutaan kali. Ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi Lamandau mampu memikat hati generasi digital. (bib)


