Karhutla Meluas di Kapuas, BPBD Deteksi Hotspot di Delapan Kecamatan dan 18 Desa

KAPUAS, PROKALTENG.CO – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas terus meluas. Memasuki pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot) dan insiden kebakaran yang tersebar di delapan kecamatan dan 18 desa.

Merespons kondisi tersebut, BPBD meningkatkan status kesiapsiagaan melalui apel siaga, pengecekan sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Kepala BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan berbagai langkah pengendalian telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga pelaksanaan apel kesiapsiagaan di sejumlah wilayah.

“Pengendaliannya kita sudah sering melakukan sosialisasi. Kemudian, sudah ada apel kesiapsiagaan dengan persiapan sarana prasarana di Mantangai sudah, kemudian di Tehang sudah, Kapuas Timur sudah, di PT juga sudah kita lakukan kesiapsiagaannya supaya semua personil dan peralatan siap,” beber Pandiangan dalam keterangannya, Selasa (22/7/2026).

Baca Juga :  Rendah Hati dan Dermawan! Kunker, Kapolres Kobar Bantu Seorang Anak Penderita ASD

Menurut Pandiangan, penanganan kebakaran yang terjadi di berbagai kecamatan dapat dilakukan berkat sinergi lintas instansi. Koordinasi antara BPBD, Polri, TNI, Manggala Agni, hingga Damkar Mandiri terus diperkuat agar setiap kejadian karhutla dapat segera ditangani.

“Koordinasi antar instansi seperti Polisi, TNI, dan Manggala Agni sudah berjalan, bahkan ke Damkar Mandiri pun sudah kita libatkan. Sehingga ketika terjadi karhutla, kita sama-sama menuntaskan dan menyelesaikannya,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi relawan di tingkat desa dalam membantu upaya penanggulangan karhutla. Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran sangat tinggi.

Electronic money exchangers listing

“Seperti di desa kemarin itu, sampai 70-an orang Damkar Mandiri ikut serta,” tambahnya.

Baca Juga :  SMPN 4 Sampit Dibekali Wawasan Kebangsaan

Meski sebaran api mulai menjangkau wilayah hulu seperti Kecamatan Pasak Talawang, Kapuas Tengah, dan Timpah, BPBD memastikan pemantauan terus dilakukan secara maksimal. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa juga terus berjalan.

“Kita sudah langsung koordinasi dengan Camat dan Kadesnya yang langsung bekerja dengan masyarakat di sana. Sampai saat ini komunikasi kita berjalan bagus,” pungkasnya. (her)

KAPUAS, PROKALTENG.CO – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas terus meluas. Memasuki pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot) dan insiden kebakaran yang tersebar di delapan kecamatan dan 18 desa.

Merespons kondisi tersebut, BPBD meningkatkan status kesiapsiagaan melalui apel siaga, pengecekan sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Kepala BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan berbagai langkah pengendalian telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga pelaksanaan apel kesiapsiagaan di sejumlah wilayah.

Electronic money exchangers listing

“Pengendaliannya kita sudah sering melakukan sosialisasi. Kemudian, sudah ada apel kesiapsiagaan dengan persiapan sarana prasarana di Mantangai sudah, kemudian di Tehang sudah, Kapuas Timur sudah, di PT juga sudah kita lakukan kesiapsiagaannya supaya semua personil dan peralatan siap,” beber Pandiangan dalam keterangannya, Selasa (22/7/2026).

Baca Juga :  Rendah Hati dan Dermawan! Kunker, Kapolres Kobar Bantu Seorang Anak Penderita ASD

Menurut Pandiangan, penanganan kebakaran yang terjadi di berbagai kecamatan dapat dilakukan berkat sinergi lintas instansi. Koordinasi antara BPBD, Polri, TNI, Manggala Agni, hingga Damkar Mandiri terus diperkuat agar setiap kejadian karhutla dapat segera ditangani.

“Koordinasi antar instansi seperti Polisi, TNI, dan Manggala Agni sudah berjalan, bahkan ke Damkar Mandiri pun sudah kita libatkan. Sehingga ketika terjadi karhutla, kita sama-sama menuntaskan dan menyelesaikannya,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi relawan di tingkat desa dalam membantu upaya penanggulangan karhutla. Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran sangat tinggi.

“Seperti di desa kemarin itu, sampai 70-an orang Damkar Mandiri ikut serta,” tambahnya.

Baca Juga :  SMPN 4 Sampit Dibekali Wawasan Kebangsaan

Meski sebaran api mulai menjangkau wilayah hulu seperti Kecamatan Pasak Talawang, Kapuas Tengah, dan Timpah, BPBD memastikan pemantauan terus dilakukan secara maksimal. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa juga terus berjalan.

“Kita sudah langsung koordinasi dengan Camat dan Kadesnya yang langsung bekerja dengan masyarakat di sana. Sampai saat ini komunikasi kita berjalan bagus,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru