PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sekitar 230 jemaat menghadiri ibadah Jumat Agung di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Bethlehem, Kota Palangka Raya, pada Jumat (3/4/2026).
Pendeta GKE Bethlehem, Pdt Dessy Wulandari Singal, menyampaikan bahwa Jumat Agung menjadi momen penting bagi umat Kristiani untuk mengenang kematian Tuhan Yesus Kristus sebagai bentuk penebusan dosa manusia.
“Manusia tidak bisa menebus atau melepaskan diri dari dosa. Namun melalui kasih Tuhan, manusia dilayakkan dan ditebus,” ujarnya usai ibadah.
Ia menambahkan, peringatan Jumat Agung diharapkan dapat memperkuat iman jemaat di tengah berbagai pergumulan hidup, sekaligus menjadi pengingat untuk meninggalkan perbuatan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.
“Ini juga mengingatkan bahwa hidup kita berharga karena sudah ditebus. Karena itu, kita diajak untuk bertobat, mengakui dosa, dan hidup menyenangkan hati Tuhan,” jelasnya.
Menurutnya, kehidupan umat bukan lagi untuk diri sendiri, melainkan sebagai wujud syukur atas pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Dalam perayaan tahun ini, GKE mengangkat tema dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yakni “Kristus bangkit membarui kemanusiaan kita” yang diambil dari 2 Korintus 5:17.
Selain itu, ia juga melihat tradisi ziarah kubur yang kerap dilakukan umat Kristiani saat Paskah.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan bagian wajib dalam ibadah, melainkan bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal dunia.
“Ziarah itu inisiatif sebagai bentuk penghormatan, sekaligus harapan agar jemaat semakin mengenal Tuhan lebih dalam,” tuturnya.
Sementara itu, Pendeta Nadia menambahkan bahwa inti dari peringatan Jumat Agung adalah mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
“Apapun pergumulan yang dihadapi, tetap berserah dan mengandalkan Tuhan. Dasar iman Kristen adalah firman Tuhan, bukan hal-hal yang terlihat rohani tetapi menyesatkan,” tegasnya. (jef)


