PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya mulai mencari solusi untuk mengantisipasi aksi balap liar yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Palangka Raya. Salah satu upaya yang dilakukan yakni berdiskusi dengan pemilik atau pengelola bengkel yang dinilai memiliki kedekatan dengan komunitas maupun pelaku balap.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna melalui Kasatlantas Polresta Palangka Raya Kompol Hermanto mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk melakukan rembuk dan menggali masukan langsung terkait fenomena balap liar yang masih terjadi di jalan raya.
“Karena ada beberapa bengkel yang belum bisa hadir, karena ada keperluan seperti latihan dan kegiatan, kami akan menjadwalkan ulang pertemuan,” kata Hermanto pada Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, keberadaan bengkel menjadi salah satu pihak yang dapat membantu menyampaikan pesan kepada anak-anak yang masih melakukan aksi balap liar.
“Kami meminta masukan, apa yang menjadi permintaan mereka dan kenapa balapan ini terus terjadi. Bengkel-bengkel ini juga bisa menyampaikan kepada anak-anak yang melakukan balap liar,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak bengkel juga menyampaikan masukan agar tersedia tempat khusus atau sirkuit untuk menyalurkan aktivitas balap secara lebih terarah. Hal ini dinilai penting mengingat selama ini sebagian aktivitas balapan justru dilakukan di jalan raya.
Masukan tersebut nantinya akan dikomunikasikan dengan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama dinas terkait, khususnya mengenai kemungkinan penyediaan fasilitas yang dapat digunakan untuk kegiatan balap.
“Kami nantinya akan komunikasikan dengan wali kota dan dinas terkait mengenai fasilitasnya,” jelas Hermanto.
Hermanto menyebut, salah satu opsi yang ditawarkan adalah pemanfaatan Sirkuit Sabaru. Namun, pembahasan tersebut masih akan dikaji bersama pihak-pihak yang berkaitan dengan kegiatan balap.
Rencananya, pertemuan lanjutan akan digelar hari ini Jumat (2/10) dengan melibatkan sejumlah pemilik bengkel yang selama ini dikenal memiliki joki maupun teknisi yang sering mengikuti event balap resmi.
“Kami tawarkan di Sirkuit Sabaru. Kami jadwalkan untuk membahas bersama teman-teman bengkel yang ternama, yang memiliki joki dan teknisi yang sering turun di event resmi,” ungkapnya.
Dalam rembuk tersebut, kepolisian juga berharap para pelaku balap liar dapat menyampaikan secara langsung apa yang menjadi keinginan mereka. Dengan begitu, solusi yang disiapkan nantinya tidak hanya berupa penertiban, tetapi juga dapat mengakomodasi kegiatan mereka di tempat yang lebih aman.
Hermanto mengatakan, Wali Kota Palangka Raya juga telah memberikan gambaran mengenai kemungkinan pemanfaatan lokasi lain, termasuk kawasan Terminal WA Gara, sebagai salah satu opsi yang dapat dibahas.
“Pak Wali juga tidak mau jalanan menjadi tempat balapan liar. Harapannya minggu depan sudah bisa dieksekusi,” katanya.
Ia menegaskan, balap liar tidak hanya membahayakan pelakunya, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Aktivitas tersebut dapat mengganggu masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara yang melintas.
“Balap liar membahayakan diri pelaku dan pengendara. Tentunya masyarakat merasa terganggu dengan balapan liar, karena yang lewat juga takut tertabrak,” pungkasnya. (jef)


