30.9 C
Jakarta
Friday, July 19, 2024
spot_img

Waspadai Potensi Gempa di Kalteng, BMKG Pasang Alat Deteksi

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya telah memasang alat deteksi dini gempa di lima kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kelima daerah itu meliputi Kota Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Barito Selatan.

Menindaklanjuti hal ini, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng telah menyiapkan sejumlah upaya sebagai langkah mitigasi gempa. Kepala BPB-PK Kalteng Falery Tuwan membenarkan bahwa alat deteksi gempa itu sudah dipasang di beberapa daerah tersebut yang memang berpotensi terjadi gempa. Alat ini berfungsi untuk memonitor tanda-tanda dan kejadian gempa. Meski demikian, ia mengakui bahwa Kalteng termasuk daerah yang minim potensi gempa.

“Kecuali getaran-getaran dari luar saja, kalau yang saya pahami, menurut BMKG itu, mungkin seperti potensi-potensi bencana dari luar, semacam dampaknya bagi Kalteng,” kata Falery, Selasa (28/3).

Mengenai gempa yang terjadi di Katingan tahun 2018 lalu, Falery mengaku tidak mengetahui secara pasti, karena saat itu ia belum menjabat kepala BPB-PK Kalteng. Namun, ia menduga kejadian gempa di Katingan itu terjadi sebagai dampak dari gempa yang terjadi di daerah lain.

Baca Juga :  Milad ke-70, KKB Kalteng Inisiasi Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Dayak Bakumpai

Karena itu, lanjutnya, meski Kalteng termasuk daerah yang kecil potensinya terjadi gempa, kewaspadaan tetap perlu dibentuk. Falery mengatakan, bencana gempa bumi tetap menjadi perhatian pihaknya, yang mana juga menjadi perhatian dari pemerintah pusat. Kalteng boleh dibilang relatif aman dari bencana gempa bumi. Namun Kalteng sering terkena dampak gempa yang terjadi di Laut Jawa dan daerah-daerah lainnya.

“Kalau Kalteng boleh dibilang relatif aman dari gempa, tapi potensi gempa itu tetap ada, apalagi di wilayah Kalteng kan pernah terjadi, seperti di Katingan pada tahun 2018 lalu, mungkin saja yang di Katingan itu merupakan dampak dari gempa di wilayah luar,” jelasnya.

Untuk memitigasi bencana gempa bumi, Falery menyebut pihaknya sudah bekerja sama dengan BMKG untuk menyediakan alat yang berfungsi memonitor gempa.

Baca Juga :  Totok Gantikan Zet Tadung Allo, Pimpin Kejari Palangka Raya

“Begitu sampai di daerah kita, langsung ketahuan, karena ada TV monitornya, itu dipantau 24 jam,” tambahnya.

Falery menyebut masyarakat Kalteng mungkin akan sedikit terkejut jika mengetahui daerahnya berpotensi gempa. Sebab, selama ini belum pernah ada kejadian gempa bumi. Namun pihaknya akan tetap memonitor potensi bencana gempa bumi, sama seperti potensi bencana lainnya.

“Tetap waspada, hati-hati, mari kita perkuat mitigasi gempa, sehingga ketika nanti terjadi gempa di wilayah Kalteng, kita sudah siap,” ujarnya.

Falery mengimbau masyarakat tidak panik mendengar pemberitaan-pemberitaan terkait potensi gempa di Kalteng. “Enggak usah panik, tetap dengarkan informasi dari pemerintah, karena petugas akan selalu melaporkan apa yang terjadi di lapangan dan segera berkoordinasi, apabila betul-betul terjadi gempa, saya pikir segera menyelamatkan diri,” tandasnya. (dan/ce/ala/kpg/hnd)

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya telah memasang alat deteksi dini gempa di lima kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng). Kelima daerah itu meliputi Kota Palangka Raya, Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Barito Selatan.

Menindaklanjuti hal ini, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng telah menyiapkan sejumlah upaya sebagai langkah mitigasi gempa. Kepala BPB-PK Kalteng Falery Tuwan membenarkan bahwa alat deteksi gempa itu sudah dipasang di beberapa daerah tersebut yang memang berpotensi terjadi gempa. Alat ini berfungsi untuk memonitor tanda-tanda dan kejadian gempa. Meski demikian, ia mengakui bahwa Kalteng termasuk daerah yang minim potensi gempa.

“Kecuali getaran-getaran dari luar saja, kalau yang saya pahami, menurut BMKG itu, mungkin seperti potensi-potensi bencana dari luar, semacam dampaknya bagi Kalteng,” kata Falery, Selasa (28/3).

Mengenai gempa yang terjadi di Katingan tahun 2018 lalu, Falery mengaku tidak mengetahui secara pasti, karena saat itu ia belum menjabat kepala BPB-PK Kalteng. Namun, ia menduga kejadian gempa di Katingan itu terjadi sebagai dampak dari gempa yang terjadi di daerah lain.

Baca Juga :  Milad ke-70, KKB Kalteng Inisiasi Al-Qur’an Terjemahan Bahasa Dayak Bakumpai

Karena itu, lanjutnya, meski Kalteng termasuk daerah yang kecil potensinya terjadi gempa, kewaspadaan tetap perlu dibentuk. Falery mengatakan, bencana gempa bumi tetap menjadi perhatian pihaknya, yang mana juga menjadi perhatian dari pemerintah pusat. Kalteng boleh dibilang relatif aman dari bencana gempa bumi. Namun Kalteng sering terkena dampak gempa yang terjadi di Laut Jawa dan daerah-daerah lainnya.

“Kalau Kalteng boleh dibilang relatif aman dari gempa, tapi potensi gempa itu tetap ada, apalagi di wilayah Kalteng kan pernah terjadi, seperti di Katingan pada tahun 2018 lalu, mungkin saja yang di Katingan itu merupakan dampak dari gempa di wilayah luar,” jelasnya.

Untuk memitigasi bencana gempa bumi, Falery menyebut pihaknya sudah bekerja sama dengan BMKG untuk menyediakan alat yang berfungsi memonitor gempa.

Baca Juga :  Totok Gantikan Zet Tadung Allo, Pimpin Kejari Palangka Raya

“Begitu sampai di daerah kita, langsung ketahuan, karena ada TV monitornya, itu dipantau 24 jam,” tambahnya.

Falery menyebut masyarakat Kalteng mungkin akan sedikit terkejut jika mengetahui daerahnya berpotensi gempa. Sebab, selama ini belum pernah ada kejadian gempa bumi. Namun pihaknya akan tetap memonitor potensi bencana gempa bumi, sama seperti potensi bencana lainnya.

“Tetap waspada, hati-hati, mari kita perkuat mitigasi gempa, sehingga ketika nanti terjadi gempa di wilayah Kalteng, kita sudah siap,” ujarnya.

Falery mengimbau masyarakat tidak panik mendengar pemberitaan-pemberitaan terkait potensi gempa di Kalteng. “Enggak usah panik, tetap dengarkan informasi dari pemerintah, karena petugas akan selalu melaporkan apa yang terjadi di lapangan dan segera berkoordinasi, apabila betul-betul terjadi gempa, saya pikir segera menyelamatkan diri,” tandasnya. (dan/ce/ala/kpg/hnd)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru