MUARA
TEWEH-Pemerintah
Kabupaten Barito Utara (Batara) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(PUPR) setempat menganggarkan dana Rp486 juta untuk pembangunan jembatan
gantung. Hal ini guna mempermudah akses
masyarakat setempat.
Kadis PUPR Batara Iwan
Rusdani MP melalui Kepala Bidang Bina Marga (BM) Rodi menjelaskan, anggaran
Rp486 jutatersebut dianggarkan pada APBD Perubahan 2019 ini untuk pembangunan
tahap awalnya. Jembatan gantung ini berada di Desa Nihan Hilir Kecamatan Lahi
Barat.
“Anggaran yang dipersiapkan
ini diperuntukkan untuk pondasi awal atau pancangan kawat,†kata Rodi, Minggu
(14/7).
Dijelaskannya, rencana
semula jembatan gantung dengan panjang sekitar 72 meter tersebut lebarnya hanya
satu meter. Namun kemudian dengan berbagai pertimbangan serta tuntutan kemajuan
zaman maka yang semula satui meter menjadi dua meter.
“Jembatan gantung
ini semula direncanakan hanya satu meter, namun akhirnya diputuskan menjadi dua
meter lebih agar bisa dilewati mobil kecil,” ujarnya.
Menurutnya,
diperkirakan pembagunan jembatan gantung Desa Nihan Hilir ini dilaksanakan
dalam tiga tahapan anggaran, karena masih banyak infrastruktur lainnya saat ini
juga harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Sebagaimana pemberitaan
sebelumnya, setelah terputusnya jembatan gantung penghubung RT 03 dan dan RT
04 Desa Nihan Hilir Kecamatan Lahei Barat pada tahun 2009 lalu, hingga
kini masih belum terlihat perbaikan.
Kepala Desa Nihan Hilir
Andirjem melalui Sekretaris Desa Arbino mengatakan, jembatan gantung
Sungai Nihan Hilir terputus sejak 2009 lalu dan pada tahun 2017 itu sudah
dibangun pondasi jembatan oleh Dinas PUPR Kalteng, akan tetapi hingga kini
masih belum diketahui kapan akan dilanjutkan kembali pembangunan tersebut.
“Saya mewakili warga tentunya sangat
berharap pembangunan jembatan gantung itu segera dilakukan agar cepat
selesai,†kata Arbino. (dad/uni)