NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ketenangan warga Desa Arga Mulya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau mendadak pecah, Jumat (6/2) pagi. Seekor ular King Kobra (Ophiophagus Hannah) berukuran jumbo ditemukan bersembunyi di bawah meja dapur salah satu rumah warga. Terang saja hal itu memicu kepanikan yang luar biasa.
Peristiwa ini bermula saat pemilik rumah, Santi Sukmasih (39) hendak memasak di dapur. Kesunyian pagi itu terusik oleh suara mendesis yang asing. Saat ditelusuri dengan hati-hati, Santi terperanjat menemukan sosok hewan melata berwarna gelap dengan ukuran yang tidak biasa bersarang di bawah lemari dapurnya.
Tanpa membuang waktu, Santi segera menyelamatkan diri dan menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lamandau untuk meminta bantuan.
Mendapat laporan tersebut, Tim Damkar Lamandau langsung bergerak cepat menuju lokasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan disaksikan oleh warga sekitar yang berteriak ngeri melihat ukuran sang predator. Meski berhadapan dengan salah satu ular paling mematikan di dunia, petugas yang sudah terlatih itu tampak sigap dan tenang.
“Alhamdulillah, ular yang sangat berbahaya tersebut berhasil kami amankan sekitar pukul 10.30 tadi pagi,” ungkap petugas lapangan, Huda, mewakili Kasatpol PP dan Damkar Lamandau.
Ular yang berhasil dilumpuhkan tersebut, memiliki spesifikasi yang cukup mengerikan. Panjang sekitar 4,5 meter, berat mencapai 11 kilogram dan sangat agresif serta memiliki bisa yang mematikan.
Pihak Damkar mengingatkan bahwa King Kobra merupakan spesies yang sangat berbahaya. Tanpa penanganan ahli, gigitannya dapat berakibat fatal dalam waktu singkat. Terlebih akses terhadap antibisa (antivenom) spesifik untuk jenis ini masih sangat terbatas.
“Kami imbau bagi masyarakat, jika menemukan atau melihat hewan berbahaya agar berhati-hati dan tidak gegabah. Lebih baik menghubungi petugas terlatih untuk meminta pertolongan karena jika salah penanganan bisa berakibat fatal,” tegas Huda.
Ia juga menekankan bahwa seluruh pelayanan evakuasi hewan liar oleh tim Damkar Lamandau diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya. Saat ini, ular tersebut telah diamankan untuk nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman penduduk. (bib)


