PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, belum sepenuhnya padam. Meski pemadaman dan pembasahan terus dilakukan tim gabungan, kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik. Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 98 hektare.
Asap masih muncul karena bara api di lahan gambut belum sepenuhnya padam. Kondisi itu membuat petugas dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan instansi terkait tetap disiagakan untuk melakukan pembasahan serta patroli agar api tidak kembali membesar.
Lurah Kameloh Baru, Rulissantie, mengatakan hingga saat ini titik-titik berasap masih ditemukan di lokasi kebakaran.
“Hingga saat ini asap masih terlihat di lokasi. Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 98 hektare,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Dia memastikan kobaran api belum merambat hingga melewati akses jalan menuju kawasan Taman Nasional Sebangau. Parit dan badan jalan di sekitar lokasi dinilai masih efektif menjadi pembatas alami yang menghambat penyebaran api.
“Api belum merambat ke kawasan Taman Nasional Sebangau karena penyebarannya telah terhalang oleh parit-parit dan badan jalan yang ada di sekitar lokasi,” katanya.
Meski demikian, pemantauan di kawasan perbatasan terus dilakukan secara intensif. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru mengingat kondisi lahan gambut masih kering dan mudah terbakar selama musim kemarau.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengatakan seluruh personel gabungan masih difokuskan di Kameloh Baru untuk melakukan pemadaman, pembasahan, dan patroli di sejumlah titik rawan.
“Kami berharap hujan kembali turun karena sangat membantu proses penanganan di lapangan. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca juga terbukti efektif dalam mendukung upaya penanggulangan karhutla,” jelas Budi.
Pemerintah Kota Palangka Raya kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api maupun kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan mencegah kebakaran meluas, terutama di lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau. (adr)


