“Saat itu saya sedang memasak dan tidak menyadari adanya kapal lain yang mendekat. Tiba-tiba terjadi benturan yang sangat keras. Dalam seketika, saya sudah berada di dalam air,” ungkapnya.
Alimuddin mengaku masih merasakan nyeri hebat setelah selamat dari insiden tersebut.
“Saya tidak tahu pasti apakah luka bakar dan nyeri ini akibat benturan fisik dengan lambung kapal atau karena tersiram air dan minyak panas dari kompor saat saya memasak,” tuturnya.
Satu ABK Masih Hilang
Pemilik KM Mega Harapan, Rulli Dandi, yang juga kerabat korban meninggal dunia, mengaku terpukul atas musibah tersebut. Apalagi hingga kini satu ABK bernama Gilang (23) masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian di perairan Labuan Mas.
Dandi berharap kapal yang diduga menabrak KM Mega Harapan dapat segera diidentifikasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal tersebut diduga berbahan besi dengan corak putih-biru.
“Kami berharap kapal penabrak dapat segera diidentifikasi dan pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa ini,” katanya.
Menjelang tengah malam, belasan anggota keluarga dan korban selamat masih bertahan di RSUD PJS Kotabaru untuk mengawal proses otopsi. Jenazah Muhammad Alwi kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Hilir Muara sekitar pukul 23.00 WITA. (jpg)
“Saat itu saya sedang memasak dan tidak menyadari adanya kapal lain yang mendekat. Tiba-tiba terjadi benturan yang sangat keras. Dalam seketika, saya sudah berada di dalam air,” ungkapnya.
Alimuddin mengaku masih merasakan nyeri hebat setelah selamat dari insiden tersebut.
“Saya tidak tahu pasti apakah luka bakar dan nyeri ini akibat benturan fisik dengan lambung kapal atau karena tersiram air dan minyak panas dari kompor saat saya memasak,” tuturnya.
Satu ABK Masih Hilang
Pemilik KM Mega Harapan, Rulli Dandi, yang juga kerabat korban meninggal dunia, mengaku terpukul atas musibah tersebut. Apalagi hingga kini satu ABK bernama Gilang (23) masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian di perairan Labuan Mas.
Dandi berharap kapal yang diduga menabrak KM Mega Harapan dapat segera diidentifikasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal tersebut diduga berbahan besi dengan corak putih-biru.
“Kami berharap kapal penabrak dapat segera diidentifikasi dan pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa ini,” katanya.
Menjelang tengah malam, belasan anggota keluarga dan korban selamat masih bertahan di RSUD PJS Kotabaru untuk mengawal proses otopsi. Jenazah Muhammad Alwi kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Hilir Muara sekitar pukul 23.00 WITA. (jpg)