Kapal Nelayan Terbelah Dua di Perairan Kotabaru, Kapten Tewas dan ABK Hilang

Sekitar pukul 13.00 WITA, lima ABK berhasil dievakuasi nelayan yang melintas dan dibawa ke Desa Labuan Mas.

“Berdasarkan data awal yang kami himpun, ada tujuh orang di dalam kapal tersebut. Fokus utama kami saat ini adalah melakukan pencarian intensif bersama nelayan lokal terhadap satu korban atas nama Gilang yang hingga kini belum ditemukan,” tegas Ramli.

Kasat Polairud Polres Kotabaru AKP Mohammad Zaini membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga Selasa malam, identitas kapal yang diduga menabrak Mega Harapan masih belum diketahui.

“Benar, musibah tersebut terjadi. Namun untuk saat ini kami belum bisa memastikan kapal apa yang menabrak karena semuanya masih dalam proses penyelidikan intensif,” ujarnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Polisi Beri Imbauan kepada Nelayan di Seruyan

Menurut Zaini, personel Satpolairud telah diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat pencarian korban sekaligus mengumpulkan bukti-bukti terkait kecelakaan laut tersebut.

“Penyebab pasti dan identitas kapal sedang kami selidiki secara mendalam di lapangan. Kami juga mengimbau kepada seluruh nelayan agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melaut, mengingat cuaca dan lalu lintas kapal besar yang terkadang tidak terduga,” tutupnya.(jpg)

 

Sekitar pukul 13.00 WITA, lima ABK berhasil dievakuasi nelayan yang melintas dan dibawa ke Desa Labuan Mas.

“Berdasarkan data awal yang kami himpun, ada tujuh orang di dalam kapal tersebut. Fokus utama kami saat ini adalah melakukan pencarian intensif bersama nelayan lokal terhadap satu korban atas nama Gilang yang hingga kini belum ditemukan,” tegas Ramli.

Kasat Polairud Polres Kotabaru AKP Mohammad Zaini membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga Selasa malam, identitas kapal yang diduga menabrak Mega Harapan masih belum diketahui.

Electronic money exchangers listing

“Benar, musibah tersebut terjadi. Namun untuk saat ini kami belum bisa memastikan kapal apa yang menabrak karena semuanya masih dalam proses penyelidikan intensif,” ujarnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Polisi Beri Imbauan kepada Nelayan di Seruyan

Menurut Zaini, personel Satpolairud telah diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat pencarian korban sekaligus mengumpulkan bukti-bukti terkait kecelakaan laut tersebut.

“Penyebab pasti dan identitas kapal sedang kami selidiki secara mendalam di lapangan. Kami juga mengimbau kepada seluruh nelayan agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melaut, mengingat cuaca dan lalu lintas kapal besar yang terkadang tidak terduga,” tutupnya.(jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru