PROKALTENG.CO-Seorang pria berinisial A, 36, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Komplek Mahligai Permai I, RT 15, Desa Kertak Hanyar II, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6).
Korban ditemukan setelah tidak merespons panggilan telepon yang dilakukan kerabatnya. Karena merasa curiga, seorang saksi kemudian mendatangi rumah korban untuk memeriksa kondisinya.
Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli, melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfian Noor mengatakan, saat saksi masuk ke dalam rumah sekitar pukul 08.00 Wita, korban ditemukan sudah tergeletak terlentang di lantai dengan mulut berbusa.
“Korban kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Alfian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kertak Hanyar yang dipimpin Wakapolsek Ipda Didik Darmanto bersama anggota piket mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum.
“Berdasarkan koordinasi awal dengan dokter yang menangani, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” katanya.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga milik korban, di antaranya Amlodipine Besylate dan Acetylsalicylic Acid.
PROKALTENG.CO-Seorang pria berinisial A, 36, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Komplek Mahligai Permai I, RT 15, Desa Kertak Hanyar II, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6).
Korban ditemukan setelah tidak merespons panggilan telepon yang dilakukan kerabatnya. Karena merasa curiga, seorang saksi kemudian mendatangi rumah korban untuk memeriksa kondisinya.
Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli, melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfian Noor mengatakan, saat saksi masuk ke dalam rumah sekitar pukul 08.00 Wita, korban ditemukan sudah tergeletak terlentang di lantai dengan mulut berbusa.
“Korban kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Alfian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kertak Hanyar yang dipimpin Wakapolsek Ipda Didik Darmanto bersama anggota piket mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan visum.
“Berdasarkan koordinasi awal dengan dokter yang menangani, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” katanya.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga milik korban, di antaranya Amlodipine Besylate dan Acetylsalicylic Acid.