Pesta Adat Ufah: Tampilkan Ritual dan Tarian Dayak Kayan

PROKALTENG.CO-Masyarakat Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim) bersiap menggelar Pesta Adat Budaya Ufah pada Minggu (9/8). Tradisi tahunan suku Dayak Kayan itu akan kembali menghadirkan ritual adat, tarian tradisional, musik khas, hingga pameran UMKM sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Camat Kongbeng Petrus Ivung mengatakan, rangkaian kegiatan tahun ini akan menampilkan seluruh tarian adat Dayak Kayan yang sebelumnya juga dipentaskan pada penyelenggaraan tahun lalu.

“Semua tarian-tarian adat itu akan kita tampilkan. Kalau jenisnya sama seperti tahun lalu,” ujarnya, Rabu (5/8).

Ia menjelaskan, Ufah merupakan tradisi adat yang menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak Kayan setelah musim panen. Tahun ini, pelaksanaannya digabung dengan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Miau Baru sehingga kedua agenda diselenggarakan dalam satu rangkaian.

Baca Juga :  Erlin Hadiri Ritual Mamapas Lewu di Penda Ketapi

“Ufah itu sebetulnya ucapan syukur lepas panen. Karena momennya bertepatan dengan HUT Miau Baru, akhirnya digabung menjadi satu kegiatan,” katanya.

Menurut Petrus, pemerintah kecamatan berharap pesta adat tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menarik kunjungan wisatawan ke Miau Baru. Pada pelaksanaan tahun lalu, kegiatan itu mampu menghadirkan banyak pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menarik wisatawan. Tahun lalu UMKM yang hadir cukup banyak,” tuturnya.

Electronic money exchangers listing

Meski demikian, penyelenggaraan tahun ini dilakukan di tengah keterbatasan anggaran. Berbeda dengan sejumlah festival budaya lain yang telah memiliki alokasi pendanaan khusus, Pesta Adat Budaya Ufah lebih banyak mengandalkan dukungan masyarakat serta perusahaan.

“Kalau di kita, dengan kondisi sekarang, kita upayakan dananya dari masyarakat dan sumber-sumber lain, termasuk perusahaan,” ucapnya.

Baca Juga :  Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Banjarmasin Tetap Lanjutkan PTM

Selain ritual adat dan tarian kolosal Dayak Kayan, Pesta Adat Budaya Ufah juga akan diramaikan dengan pertunjukan musik tradisional, pameran UMKM, serta gelar produk lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pelestarian warisan leluhur sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Kecamatan Kongbeng. (jpg)

PROKALTENG.CO-Masyarakat Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim) bersiap menggelar Pesta Adat Budaya Ufah pada Minggu (9/8). Tradisi tahunan suku Dayak Kayan itu akan kembali menghadirkan ritual adat, tarian tradisional, musik khas, hingga pameran UMKM sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Camat Kongbeng Petrus Ivung mengatakan, rangkaian kegiatan tahun ini akan menampilkan seluruh tarian adat Dayak Kayan yang sebelumnya juga dipentaskan pada penyelenggaraan tahun lalu.

“Semua tarian-tarian adat itu akan kita tampilkan. Kalau jenisnya sama seperti tahun lalu,” ujarnya, Rabu (5/8).

Electronic money exchangers listing

Ia menjelaskan, Ufah merupakan tradisi adat yang menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak Kayan setelah musim panen. Tahun ini, pelaksanaannya digabung dengan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Miau Baru sehingga kedua agenda diselenggarakan dalam satu rangkaian.

Baca Juga :  Erlin Hadiri Ritual Mamapas Lewu di Penda Ketapi

“Ufah itu sebetulnya ucapan syukur lepas panen. Karena momennya bertepatan dengan HUT Miau Baru, akhirnya digabung menjadi satu kegiatan,” katanya.

Menurut Petrus, pemerintah kecamatan berharap pesta adat tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menarik kunjungan wisatawan ke Miau Baru. Pada pelaksanaan tahun lalu, kegiatan itu mampu menghadirkan banyak pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menarik wisatawan. Tahun lalu UMKM yang hadir cukup banyak,” tuturnya.

Meski demikian, penyelenggaraan tahun ini dilakukan di tengah keterbatasan anggaran. Berbeda dengan sejumlah festival budaya lain yang telah memiliki alokasi pendanaan khusus, Pesta Adat Budaya Ufah lebih banyak mengandalkan dukungan masyarakat serta perusahaan.

“Kalau di kita, dengan kondisi sekarang, kita upayakan dananya dari masyarakat dan sumber-sumber lain, termasuk perusahaan,” ucapnya.

Baca Juga :  Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Banjarmasin Tetap Lanjutkan PTM

Selain ritual adat dan tarian kolosal Dayak Kayan, Pesta Adat Budaya Ufah juga akan diramaikan dengan pertunjukan musik tradisional, pameran UMKM, serta gelar produk lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pelestarian warisan leluhur sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Kecamatan Kongbeng. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru