31 C
Jakarta
Tuesday, January 6, 2026

Diduga Jadi Korban Hipnosis, Pemilik Warung Ini Kehilangan Uang Ratusan Ribu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemilik Warung Makan Jawa Timur Bu Sugeng di Jalan Putri Junjung Buih Induk, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, diduga menjadi hipnosis.

Kasus ini kemudian viral di media sosial setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian tersebar. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 12.20 WIB kemarin.

Pelaku berpura pura memesan makanan sebanyak 65 bungkus untuk anak-anak yatim piatu di salah satu pondok pesantren di Jalan G. Obos. Ia memesan dengan harga Rp25.000 per porsi, sambil mengajak pemilik warung berbicara selama satu jam lebih

Terduga pelaku hipnosis saat terekam kamera CCTV di lokasi .

Pelaku menanyakan apakah orang tua pemilik warung masih hidup. Saat korban menjawab bahwa keduanya telah meninggal dunia, pelaku kemudian berkata cara terbaik untuk membalas budi kepada orang tua adalah dengan menghibahkan Al-Qur’an ke masjid atau pesantren.

Baca Juga :  Tiga Penambang Emas Ilegal di Lamandau Ternyata Warga Kalbar, Mereka Terancam 5 Tahun Penjara

Karena percaya dan merasa tersentuh oleh pelaku, korban pun setuju untuk menyumbang enam buah Al-Qur’an senilai Rp990.000.

“Saat itu dia membacakan doa-doa dan menulis huruf Arab yang saya tidak mengerti. Katanya sebagai syarat. Uang tadi dibungkus olehnya. Kemudian dia meminta uang itu, takutnya saya salah beli Al-Qur’an, tapi saya tidak mau. Akhirnya kami berangkat bersama naik sepeda motor miliknya,” ujar Sugeng Prayetno, Kamis (30/10).

Sebagai korban, Sugeng menceritakan sepanjang perjalanan pelaku terus berbicara tanpa henti. Ia mengaku hanya mengiyakan semua ucapan pelaku tanpa menyadari bahwa sedang dipengaruhi.

Electronic money exchangers listing

Setibanya di depan masjid dekat RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, pelaku meminta korban mengambil air wudhu terlebih dahulu agar syarat doa untuk orang tua terkabul.

Baca Juga :  Gila! Pemilik Sabu 1 Kg di Palangka Raya Ternyata Residivis

“Setelah ambil air wudhu, saya sadar pelaku sudah tidak ada. Motornya juga hilang. Uang yang saya simpan di saku pun lenyap, saya tidak tahu kapan dia mengambilnya,” jelas Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor tanpa helm. Saat kejadian, korban sedang berada di warungnya  bersama istri dan satu orang lainnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar, pihak kepolisian diharapkan segera mengusut dugaan tindak kejahatan tersebut. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemilik Warung Makan Jawa Timur Bu Sugeng di Jalan Putri Junjung Buih Induk, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, diduga menjadi hipnosis.

Kasus ini kemudian viral di media sosial setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian tersebar. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 12.20 WIB kemarin.

Pelaku berpura pura memesan makanan sebanyak 65 bungkus untuk anak-anak yatim piatu di salah satu pondok pesantren di Jalan G. Obos. Ia memesan dengan harga Rp25.000 per porsi, sambil mengajak pemilik warung berbicara selama satu jam lebih

Electronic money exchangers listing
Terduga pelaku hipnosis saat terekam kamera CCTV di lokasi .

Pelaku menanyakan apakah orang tua pemilik warung masih hidup. Saat korban menjawab bahwa keduanya telah meninggal dunia, pelaku kemudian berkata cara terbaik untuk membalas budi kepada orang tua adalah dengan menghibahkan Al-Qur’an ke masjid atau pesantren.

Baca Juga :  Tiga Penambang Emas Ilegal di Lamandau Ternyata Warga Kalbar, Mereka Terancam 5 Tahun Penjara

Karena percaya dan merasa tersentuh oleh pelaku, korban pun setuju untuk menyumbang enam buah Al-Qur’an senilai Rp990.000.

“Saat itu dia membacakan doa-doa dan menulis huruf Arab yang saya tidak mengerti. Katanya sebagai syarat. Uang tadi dibungkus olehnya. Kemudian dia meminta uang itu, takutnya saya salah beli Al-Qur’an, tapi saya tidak mau. Akhirnya kami berangkat bersama naik sepeda motor miliknya,” ujar Sugeng Prayetno, Kamis (30/10).

Sebagai korban, Sugeng menceritakan sepanjang perjalanan pelaku terus berbicara tanpa henti. Ia mengaku hanya mengiyakan semua ucapan pelaku tanpa menyadari bahwa sedang dipengaruhi.

Setibanya di depan masjid dekat RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, pelaku meminta korban mengambil air wudhu terlebih dahulu agar syarat doa untuk orang tua terkabul.

Baca Juga :  Gila! Pemilik Sabu 1 Kg di Palangka Raya Ternyata Residivis

“Setelah ambil air wudhu, saya sadar pelaku sudah tidak ada. Motornya juga hilang. Uang yang saya simpan di saku pun lenyap, saya tidak tahu kapan dia mengambilnya,” jelas Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor tanpa helm. Saat kejadian, korban sedang berada di warungnya  bersama istri dan satu orang lainnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar, pihak kepolisian diharapkan segera mengusut dugaan tindak kejahatan tersebut. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru