PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Seorang pemuda berusia sekitar 18 tahun diamankan setelah diduga mengiming-imingi dua murid SDN 4 Palangka dengan uang Rp100 ribu agar buang air kecil di toilet sekolah. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (21/7/2026) itu sempat menggegerkan lingkungan sekolah. Pelaku kemudian diamankan setelah aksinya dipergoki guru dan diserahkan ke Polsek Pahandut.
Kepala SDN 4 Palangka, Hartani, mengatakan peristiwa tersebut diketahui saat jam pelajaran kedua yang bertepatan dengan waktu istirahat dan salat (ishoma). Saat itu dirinya masih berada di ruang guru sebelum mendengar keributan dari arah luar sekolah.
“Saya masih di ruang guru. Tiba-tiba ada keributan. Setelah kami cek, ternyata ada orang tidak dikenal masuk ke sekolah dan menyuruh murid pipis dengan iming-iming uang Rp100 ribu,” ujarnya saat ditemui wartawan pada Senin (27/7).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada dua murid yang menjadi sasaran pelaku. Salah seorang di antaranya diduga hendak direkam di toilet sekolah. Namun aksi tersebut tidak sempat terjadi karena lebih dulu dipergoki guru.
“Satu anak diduga mau direkam, tetapi belum sempat karena dipergoki guru. Pelaku langsung kabur,” katanya.
Setelah kejadian itu, guru bersama orang tua murid berupaya mencari pelaku. Sebelumnya mereka juga sempat mencurigai sebuah sepeda motor yang terparkir cukup lama di sekitar sekolah. Tidak lama kemudian, pelaku berhasil ditemukan dan dibawa kembali ke lingkungan sekolah.
Orang tua murid yang mengetahui peristiwa tersebut sempat emosi dan hendak menghakimi pelaku. Namun pihak sekolah meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri.
“Pelaku sempat ingin dipukuli, tetapi kami tahan. Kami langsung menghubungi Polsek Pahandut dan pelaku bersama sepeda motornya dibawa ke kantor polisi,” ungkap Hartani.
Sejumlah guru kemudian dimintai keterangan oleh penyidik. Dalam proses tersebut, pihak kepolisian menawarkan penyelesaian melalui jalur hukum maupun mediasi. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, persoalan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan surat pernyataan dari orang tua pelaku.
Akibat kejadian itu, salah seorang murid sempat tidak masuk sekolah selama satu hari karena masih syok. Namun kini kedua siswa telah kembali mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
Hartani mengimbau para orang tua agar mengingatkan anak-anak untuk tidak mudah mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal. Ia juga meminta para guru meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah, terlebih SDN 4 Palangka hingga kini belum memiliki pagar maupun petugas keamanan karena keterbatasan anggaran. (jef)


