EY Korban Pembacokan Brutal Butuh Pendampingan dan Perlindungan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – EY (55), korban pembacokan brutal di kawasan Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya, diharapkan mendapat pendampingan, perlindungan, dan perhatian serius dari pemerintah maupun instansi terkait.

Harapan tersebut disampaikan Maslinah saat mewakili korban dalam rapat tembahas atau Hapakat Akan Pahari yang digelar Dinas Sosial Kota Palangka Raya bersama sejumlah instansi terkait, Senin (25/5/2026). Korban diketahui hidup seorang diri di Palangka Raya tanpa keluarga yang mendampingi.

“Kami sesama manusia sangat prihatin. Korban ini sendiri di Palangka Raya, tidak ada keluarga di sini. Jadi kami berharap ada keadilan dan kebijakan dari instansi terkait supaya korban bisa mendapatkan perlindungan dan perhatian,” ujar Maslinah.

Ia mengatakan kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif meski masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palangka Raya. Namun, kedua tangan korban masih belum dapat berfungsi normal akibat luka yang dialami.

Baca Juga :  Napi Kabur Curi Motor Sebelum Diringkus

“Kemarin sore kami ke sana, kondisinya sudah mulai membaik, tapi kedua tangannya masih belum bisa berfungsi. Kami menunggu keputusan dari instansi terkait bagaimana langkah terbaik ke depannya,” katanya.

Maslinah juga berharap ada bantuan terkait biaya pengobatan dan kebutuhan korban selama menjalani masa pemulihan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Palangka Raya, Sri Rimbawani menegaskan pemerintah tidak tinggal diam terhadap kondisi korban. Dinsos bersama pihak terkait saat ini tengah menelusuri keberadaan keluarga korban dan menyiapkan langkah pendampingan lanjutan.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan kemungkinan penitipan pelaku di panti apabila tidak memiliki keluarga yang dapat merawat. Langkah tersebut dilakukan karena korban masih merasa khawatir terhadap keberadaan pelaku yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Baca Juga :  Sidak Pasar H-3 Iduladha, Pemko Pastikan Harga dan Stok Daging Tetap Stabil

“Kami akan menelusuri keluarganya siapa tahu bisa membantu mendampingi korban. Kalau untuk pelaku, jika keluarga tidak mampu nanti kami carikan jalan keluar seperti dititipkan ke panti agar tetap terpantau,” ujarnya kepada Prokalteng.co.

Dinsos juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kemungkinan bantuan melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Selain itu, Pemko Palangka Raya melalui Dinsos menyiapkan anggaran bantuan tidak terencana dengan batas maksimal Rp10 juta untuk membantu kebutuhan korban. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – EY (55), korban pembacokan brutal di kawasan Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya, diharapkan mendapat pendampingan, perlindungan, dan perhatian serius dari pemerintah maupun instansi terkait.

Harapan tersebut disampaikan Maslinah saat mewakili korban dalam rapat tembahas atau Hapakat Akan Pahari yang digelar Dinas Sosial Kota Palangka Raya bersama sejumlah instansi terkait, Senin (25/5/2026). Korban diketahui hidup seorang diri di Palangka Raya tanpa keluarga yang mendampingi.

“Kami sesama manusia sangat prihatin. Korban ini sendiri di Palangka Raya, tidak ada keluarga di sini. Jadi kami berharap ada keadilan dan kebijakan dari instansi terkait supaya korban bisa mendapatkan perlindungan dan perhatian,” ujar Maslinah.

Electronic money exchangers listing

Ia mengatakan kondisi korban mulai menunjukkan perkembangan positif meski masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palangka Raya. Namun, kedua tangan korban masih belum dapat berfungsi normal akibat luka yang dialami.

Baca Juga :  Napi Kabur Curi Motor Sebelum Diringkus

“Kemarin sore kami ke sana, kondisinya sudah mulai membaik, tapi kedua tangannya masih belum bisa berfungsi. Kami menunggu keputusan dari instansi terkait bagaimana langkah terbaik ke depannya,” katanya.

Maslinah juga berharap ada bantuan terkait biaya pengobatan dan kebutuhan korban selama menjalani masa pemulihan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Palangka Raya, Sri Rimbawani menegaskan pemerintah tidak tinggal diam terhadap kondisi korban. Dinsos bersama pihak terkait saat ini tengah menelusuri keberadaan keluarga korban dan menyiapkan langkah pendampingan lanjutan.

Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan kemungkinan penitipan pelaku di panti apabila tidak memiliki keluarga yang dapat merawat. Langkah tersebut dilakukan karena korban masih merasa khawatir terhadap keberadaan pelaku yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Baca Juga :  Sidak Pasar H-3 Iduladha, Pemko Pastikan Harga dan Stok Daging Tetap Stabil

“Kami akan menelusuri keluarganya siapa tahu bisa membantu mendampingi korban. Kalau untuk pelaku, jika keluarga tidak mampu nanti kami carikan jalan keluar seperti dititipkan ke panti agar tetap terpantau,” ujarnya kepada Prokalteng.co.

Dinsos juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kemungkinan bantuan melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Selain itu, Pemko Palangka Raya melalui Dinsos menyiapkan anggaran bantuan tidak terencana dengan batas maksimal Rp10 juta untuk membantu kebutuhan korban. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru